Berita
Beranda » Berita » Jadwal Ferry Batam-Singapura Dipangkas hingga 25 Persen

Jadwal Ferry Batam-Singapura Dipangkas hingga 25 Persen

Pelabuhan Ferry Internasional Batam Centre.

TERASBATAM.ID — Eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel mulai terasa hingga sektor transportasi laut di Kepulauan Riau. Lonjakan harga minyak mentah dunia memaksa sejumlah operator kapal ferry di Batam tidak hanya menaikkan tarif, tetapi juga mulai mengurangi jadwal perjalanan menuju Singapura mulai Selasa (7/4/2026).

Sebelumnya, pada 12 Maret 2026, seluruh operator ferry rute Batam-Singapura telah memberlakukan biaya tambahan bahan bakar (fuel surcharge). Besaran biaya tambahan tersebut adalah SGD 6,00 (sekitar Rp72.000) untuk keberangkatan dari Singapura dan Rp65.000 untuk keberangkatan dari Batam.

Kini, pemangkasan jadwal pun tak terhindarkan. Berdasarkan keterangan petugas reservasi operator ferry Majestic Diana di terminal ferry Internasional Batam Centre, Selasa (7/4/2026), pengurangan jadwal paling signifikan terjadi pada rute Harbourfront. Jika sebelumnya terdapat 16 trip per hari, jumlah itu kini dipangkas menjadi hanya 12 trip—atau berkurang 25 persen.

Adapun rute Batam ke Tanah Merah, pelabuhan yang dekat dengan Bandara Internasional Changi Singapura, yang biasanya melayani 9 trip, kini hanya beroperasi 4 trip pada hari biasa. “Kalau Harbourfront dari 16 trip jadi 12 trip. Efektif tanggal 7 ini,” ujar Diana.

Efisiensi BBM, Bukan Sepi Penumpang

Ketika ditanya apakah pengurangan jadwal disebabkan oleh menurunnya jumlah penumpang, Diana menjelaskan bahwa hal itu lebih disebabkan oleh efisiensi bahan bakar.

Bus Rombongan Jemaat Terguling di Jembatan 5 Barelang

“Enggak sih, Pak. Mungkin lebih ke efisiensi bahan bakarnya,” jawab Diana.

Meskipun harga bahan bakar tinggi, Diana menyebutkan bahwa pihaknya memilih tetap mempertahankan jadwal keberangkatan meskipun jumlah penumpang sedikit. Hal ini dimungkinkan karena kapal tersebut juga mengangkut penumpang dari Singapura ke Batam pada waktu yang sama.

“Kami enggak ada minimum penumpang harus berangkat, karena nanti kapalnya bakal angkut penumpang dari Singapura lagi. Jadi mau enggak mau, timing itu harus berangkat,” jelas Diana.

Diana mengaku volume penumpang masih tergolong normal. Pada hari biasa, jumlah penumpang tidak mencapai 2.000 orang, sementara pada akhir pekan atau libur nasional bisa mencapai angka tersebut. “Sama sih penumpangnya, masih normal juga,” ujarnya.

Sebaliknya, operator lain seperti Batam Fast dikabarkan mengurangi jadwal secara lebih drastis. Bahkan media Singapura, Channel News Asia, memberitakan bahwa sekitar 40 persen trip berkurang. Informasi yang sama menyebutkan PT Majestic dan Sindo termasuk operator yang mulai memangkas jadwal perjalanan.

1.500 Pekerja Terancam, Relawan MBG Batam Demo Minta Program Dilanjutkan

Nova, petugas reservasi operator Batam Fast, mengakui adanya pengurangan trip. Ia menjelaskan bahwa rute yang dibatalkan dialihkan ke operator ferry mitra kerja sama mereka.

“Kita ada kerja sama dengan operator ferry lain. Rute yang kita cancel itu dialihkan ke operator lainnya, mitra kerja sama kami,” kata Nova.