TERASBATAM.ID — Eskalasi konflik bersenjata di Timur Tengah yang melibatkan Iran melawan kekuatan Amerika Serikat dan Israel mulai berdampak pada sektor transportasi di wilayah perbatasan Indonesia. Di Batam, harga tiket kapal feri rute internasional menuju Malaysia mengalami kenaikan signifikan sebagai imbas langsung dari melonjaknya harga bahan bakar minyak (BBM) dunia akibat ketegangan tersebut.
Pantauan di lapangan dan keluhan sejumlah calon penumpang menunjukkan adanya penyesuaian tarif yang cukup tajam. Salah satu warga, Winneke, mengungkapkan bahwa biaya perjalanan pulang-pergi (PP) Batam-Johor kini menembus angka Rp 867.000 per orang dengan asumsi kurs ringgit saat ini.
“Harga tiket dari Batam kini mencapai Rp 715.000, sudah termasuk tambahan kenaikan harga BBM kapal dan pajak. Sementara saat pulang dari Johor, pajak pelabuhan yang biasanya 23 ringgit Malaysia kini naik menjadi 35 ringgit Malaysia,” ujar Winneke, Minggu (5/4/2026).
Efek Domino Geopolitik
Kenaikan ini merupakan efek domino dari ketidakpastian jalur pasokan energi global di Selat Hormuz dan wilayah Timur Tengah lainnya. Perang yang melibatkan Iran telah memicu spekulasi pasar yang menaikkan harga minyak mentah dunia ke level tertinggi dalam beberapa periode terakhir.
Kondisi tersebut memaksa operator kapal feri internasional di Batam menyesuaikan komponen biaya bahan bakar (fuel surcharge) guna menjaga operasional tetap berjalan. Batam, yang sangat bergantung pada arus logistik dan penumpang antarnegara, menjadi wilayah yang paling cepat merasakan dampak ekonomi dari ketegangan di luar negeri.
Keluhan Penumpang
Kenaikan tarif ini dikeluhkan oleh masyarakat yang kerap melakukan perjalanan rutin ke Malaysia, baik untuk urusan keluarga maupun bisnis kecil. Dengan harga tiket yang kini mendekati angka satu juta rupiah untuk perjalanan singkat, daya beli masyarakat di perbatasan mulai tertekan.
“Dulu tidak semahal ini. Sekarang kalau ditotal semuanya terasa sangat berat bagi kami yang sering bolak-balik Batam-Malaysia,” tambah Winneke.
Hingga saat ini, otoritas pelabuhan dan pemerintah daerah masih memantau perkembangan situasi global. Jika ketegangan antara Iran dan aliansi AS-Israel terus berlanjut, dikhawatirkan kenaikan harga tidak hanya berhenti pada tiket kapal, tetapi juga merembet ke sektor logistik bahan pokok yang masuk melalui jalur laut di Kepulauan Riau.
Pada 12 Maret 2026 lalu Tarif tiket kapal ferry untuk rute Pelabuhan Internasional Batam Center menuju Singapura juga sudah melonjak naik.
Empat operator ferry yang melayani rute Batam – Singapura yaitu Horizon, BatamFast, Majestic, dan Sindo Ferry mengeluarkan pengumuman pada Rabu (11/03/2026) tentang Pemberitahuan Biaya Tambahan Bahan Bakar (Fuel Surcharge).
Pengumuman tersebut berisikan bahwa: Mulai 12 Maret 2026, seluruh operator ferry rute Singapura – Batam (PP) memberlakukan biaya tambahan bahan bakar karena kenaikan harga minyak global.
Besaran Biaya (Per Penumpang/Sekali Jalan):
- Keberangkatan dari Singapura: SGD 6.00
- Keberangkatan dari Indonesia (Batam/Tj. Pinang/Tj. Balai): IDR 65.000


