TERASBATAM.ID — Lanskap kawasan pesisir The Promenade di Harbour Bay, Batu Ampar, Kota Batam, Kepulauan Riau, kini terasa ada yang kurang. Kapal feri cepat berukuran besar bernama The Promenade, yang selama beberapa tahun terakhir bersandar di dermaga tersebut, kini telah menghilang. Keberadaannya yang mendadak tak lagi terlihat menyisakan tanda tanya bagi warga urban yang kerap beraktivitas di sana.
Selama ini, kapal berkelir kombinasi putih dan biru dengan aksen corak warna-warni di lambungnya itu telah menjadi pemandangan yang karib. Letaknya yang bersanding langsung dengan jembatan melengkung artistik berlatar laut lepas menjadikannya sebagai spot foto favorit. Tidak hanya bagi pelancong, tetapi juga bagi warga lokal yang memanfaatkan kawasan ini untuk sekadar jalan santai atau olahraga joging pada pagi dan sore hari.
“Sudah beberapa pekan ini kapalnya tidak ada di tempat biasa. Biasanya kalau joging sore, kapal itu selalu jadi latar belakang foto karena estetik, apalagi kalau pas matahari terbenam,” ujar Aryo (29), salah satu warga Batam Center yang rutin berkunjung ke kawasan Harbour Bay, Minggu (7/6/2026).

Lenyapnya kapal feri cepat ini mengubah corak visual kawasan yang dikenal sebagai salah satu pusat kuliner dan hiburan tepi laut paling ikonik di Batam tersebut. Hingga saat ini, belum diketahui pasti apakah kapal tersebut dipindahkan sementara untuk keperluan perawatan (docking), dialihkan rutenya, atau sengaja dipindahkan secara permanen oleh pemiliknya.
Pihak manajemen kawasan Harbour Bay saat dikonfirmasi belum bersedia memberikan penjelasan resmi terkait hilangnya kapal yang telanjur melekat sebagai identitas visual The Promenade tersebut.
Kawasan The Promenade Harbour Bay selama ini memang dirancang untuk menghadirkan pengalaman rekreasi tepi laut kelas atas, terintegrasi dengan hotel berbintang, pusat perbelanjaan, dan terminal feri internasional tujuan Singapura. Kehadiran elemen-elemen maritim, termasuk kapal-kapal yang bersandar, selama ini terbukti menjadi daya tarik utama yang menghidupkan atmosfer urban di kawasan tersebut.
Kini, tanpa kehadiran kapal The Promenade, jembatan melengkung putih di tepi pantai itu tampak berdiri sendiri, menghadap ke laut lepas yang mendadak terasa lebih lowong. Warga hanya bisa menerka-nerka, ke mana ikon potret digital mereka itu telah berlayar.


