TERASBATAM.id – Nama Abdullah Mahmud Hendropriyono atau A.M. Hendropriyono tak asing lagi di kancah perpolitikan dan intelijen Indonesia. Lahir pada 7 Mei 1945, Hendropriyono dikenal sebagai sosok yang memiliki tiga karier sekaligus: militer, politik, dan intelijen. Ia juga dikenal sebagai “Profesor di bidang ilmu Filsafat Intelijen” pertama di dunia.
Pendidikan dan Karier Militer yang Gemilang
Hendropriyono menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Jakarta. Jiwa militernya membawanya ke Akademi Militer Nasional (AMN) di Magelang, lulus pada 1967. Ia juga mengikuti berbagai pendidikan militer di dalam dan luar negeri, termasuk Australian Intelligence Course dan United States Army Command and General Staff College.
Kariernya di militer dimulai sebagai Komandan Pleton di Kopassandha (kini Kopassus). Ia pernah menjabat sebagai Komandan Detasemen Tempur Para-Komando, Asisten Intelijen Kodam Jaya, Danrem 043/Garuda Hitam Lampung, Pangdam Jaya, hingga Komandan Kodiklat TNI AD. Berbagai operasi militer, seperti Operasi Seroja di Timor Timur, pernah ia ikuti.
Merambah Dunia Politik dan Intelijen
Setelah malang melintang di dunia militer, Hendropriyono merambah dunia politik. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Pengendalian Operasional Pembangunan RI, Menteri Transmigrasi dan PPH, serta Menteri Tenaga Kerja ad-interim.
Pada periode 2001-2004, ia menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) pertama. Di masa kepemimpinannya, ia menggagas lahirnya Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) dan berbagai inovasi di dunia intelijen.
Akademisi dan Pebisnis Ulung
Tak hanya berkarier di militer, politik, dan intelijen, Hendropriyono juga aktif di dunia akademis. Ia mengajar Filsafat Hukum di Sekolah Tinggi Hukum Militer Jakarta dan Universitas Bhayangkara Jakarta Raya. Pada 2014, ia dikukuhkan sebagai guru besar di bidang ilmu Filsafat Intelijen dari STIN, menjadikannya satu-satunya dan pertama di dunia yang menyandang gelar tersebut.
Di dunia bisnis, Hendropriyono juga memiliki rekam jejak yang mentereng. Ia pernah menjabat sebagai Presiden Komisaris PT KIA Mobil Indonesia, Chairman Blitzmegaplex, hingga Chief Executive PT Adiperkasa Citra Lestari.
Penghargaan dan Pengakuan
Atas jasa-jasanya, Hendropriyono dianugerahi berbagai penghargaan, antara lain Bintang Mahaputera Adipradana, Bintang Kartika Eka Paksi Nararya, dan Bintang Bhayangkara Utama. Ia juga pernah dinobatkan sebagai Man of the Year oleh Majalah Editor pada 1993.
Kini, di usianya yang tak lagi muda, Hendropriyono tetap aktif memberikan sumbangsih bagi bangsa dan negara. Ia menjadi pengamat terorisme dan intelijen, serta kerap menjadi narasumber di berbagai media dan lembaga. (dikutip dari berbagai sumber)


