TERASBATAM.ID – Keberhasilan Satuan Tugas (Satgas) Batalyon Infanteri 10 Marinir Satria Bhumi Yudha (SBY) dalam operasi di Papua melampaui sekadar menjaga perbatasan. Di bawah komando Letkol Marinir Aris Wibiatmoko, satuan yang bermarkas di Pulau Setoko, Batam ini mencatatkan rekor penindakan tertinggi terhadap kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Dalam wawancara pada Rabu (06/05/2026), Letkol Aris mengungkap bahwa selama penugasan dari Mei 2025 hingga Maret 2026 di wilayah Maybrat, Papua Barat Daya, pasukannya berhasil menguasai 56 markas OPM.
“Perolehan Satgas di zaman saya adalah yang terbanyak untuk penguasaan markas maupun penindakan OPM. Ini akumulasi dari empat operasi besar yang kami laksanakan selama hampir satu tahun di sana,” tegas Aris.
Hasil Operasi dan Penghargaan Tertinggi
Prestasi Satgas “GOBANG IV” ini terbilang fenomenal. Selain menghancurkan puluhan markas, tim pimpinan Aris berhasil mengamankan 10 anggota OPM, di mana enam di antaranya merupakan tokoh penting dengan jabatan setingkat Komandan Batalyon (Danyon) hingga Panglima Kodap.
Keberhasilan ini dibayar tuntas dengan kembalinya 450 prajurit Yonif 10 Marinir ke Batam dalam kondisi lengkap dan tanpa korban jiwa (zero accident). Atas prestasi tersebut, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) memberikan penghargaan tertinggi bagi satuan ini.
“Bentuk apresiasinya beragam; ada kenaikan pangkat luar biasa bagi prajurit, kesempatan sekolah, hingga penugasan Satgas luar negeri,” jelasnya.
Strategi Tempur Teritorial: Mencuri Hati Rakyat
Letkol Aris menekankan bahwa kunci sukses operasi ini bukan hanya pada kekuatan senjata, melainkan kombinasi antara operasi tempur dan pendekatan teritorial yang humanis. Pasukannya aktif menjadi tenaga pengajar di SD, memberikan layanan kesehatan, hingga membantu pembangunan gereja dan fasilitas umum.
“Kami rutin makan bersama masyarakat minimal sebulan sekali di setiap pos. Kami ingin mengambil hati mereka agar mereka sadar dan kembali ke NKRI,” ujarnya.
Pendekatan ini membuahkan hasil luar biasa. Masyarakat yang merasa aman mulai memberikan informasi intelijen mengenai keberadaan OPM. Bahkan, Letkol Aris dianugerahi gelar kehormatan “Apanmana” (Kepala Ular/Panglima Perang) oleh kepala adat setempat. Gelar ini merupakan bentuk apresiasi karena di bawah penjagaan Marinir, anggota OPM yang kerap mengintimidasi warga memilih lari jauh ke dalam hutan.
“Mereka takut. Saat kami masuk, OPM yang tadinya ada di kampung-kampung kabur. Kami mengejar mereka dengan patroli jalan kaki sejauh 40 hingga 60 kilometer menembus hutan,” kenang Aris.
Misi Selesai dengan Bangga
Kini, setelah menyelesaikan misi panjang di bawah Komando Operasi Habema, Letkol Aris dan 450 personelnya telah kembali bertugas di markas Pulau Setoko. Keberhasilan melumpuhkan 56 markas, menyita 4 pucuk senjata api, 13 senapan, serta berbagai amunisi dan alat komunikasi menjadi bukti nyata efektivitas Satgas Mobile Yonif 10 Marinir.
“Intinya adalah sinergi. Saat masyarakat simpati, mereka dengan sendirinya akan melindungi kita dan memberikan informasi. Itulah kemenangan yang sebenarnya,” pungkasnya.


