TERASBATAM.ID – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad, secara resmi melepas keberangkatan 445 jemaah haji kloter pertama Embarkasi Batam di Asrama Haji, Rabu (22/4/2026). Musim haji 1447 Hijriah ini diperkirakan akan memberangkatkan lebih dari 10 ribu jemaah melalui Embarkasi Batam.
Dalam sambutannya, Ansar menekankan bahwa ibadah haji adalah perjalanan suci yang membutuhkan kesiapan finansial, fisik, dan mental. Ia bersyukur para jemaah telah mendapat kesempatan memenuhi panggilan Allah setelah masa tunggu yang panjang.
“Semoga menjadi haji dan hajah yang mabrur,” ucapnya.
Sebagai Koordinator PPIH Embarkasi Batam, Ansar berpesan kepada para jemaah untuk menjaga kesehatan di tengah perubahan cuaca ekstrem di Arab Saudi, memperbanyak minum air putih, dan berdoa agar rangkaian ibadah berjalan lancar. Ia juga menekankan pentingnya solidaritas antarjemaah, terutama dalam membantu kelompok lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas.
“Saya berharap jemaah yang lebih muda dapat saling membantu dan memberi perhatian kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan. Sekecil apa pun kebaikan akan menjadi investasi amal,” pesannya.
Ansar juga meminta seluruh jemaah menjaga nama baik Indonesia yang dikenal memiliki jemaah haji yang ramah dan santun. Ia juga mengajak para jemaah untuk mendoakan kemajuan dan kesejahteraan Kepulauan Riau, serta perdamaian dunia.
Kepala Kanwil Kementerian Haji Kepulauan Riau, Muhammad Syafi’i, menjelaskan bahwa pemberangkatan jemaah haji tahun 2026 dibagi dalam dua gelombang. Kloter pertama (1-14) akan diberangkatkan menuju Madinah mulai 22 April hingga 7 Mei 2026, sementara gelombang kedua (15-25) menuju Jeddah pada 7 Mei hingga 22 Mei 2026.
Kloter pertama Embarkasi Batam terdiri dari 445 jemaah dari Kepulauan Riau, didampingi empat petugas. Jemaah tertua dalam kloter ini berusia 83 tahun, sementara yang termuda 18 tahun. Jemaah akan menginap di Taiba Front Hotel dekat Masjid Nabawi di Madinah, dan Hotel Safa Al-Murjad di Makkah.
Syafi’i memastikan seluruh jemaah berangkat dalam kondisi lengkap dan berharap kepulangan mereka juga dalam keadaan utuh. Ia juga menekankan tema haji ramah lansia, disabilitas, dan perempuan tahun ini, dengan fokus utama pada pelayanan optimal kepada jemaah.
[kang ajank nurdin]


