Berita
Beranda » Berita » GORIES MERE HADIRI PERESMIAN SENTRUM CARITAS DI BATAM

GORIES MERE HADIRI PERESMIAN SENTRUM CARITAS DI BATAM

Mantan Kepala Badan Narkotika Nasional sekaligus tokoh perintis Detasemen Khusus 88 Komando Pusat, Komisaris Jenderal Polisi (Purn) Gregorius "Gories" Mere, menghadiri peresmian Gedung Sentrum Caritas di Shelter St. Theresia, Sekupang, Kota Batam, Kepulauan Riau, Jumat (29/5/2026).

TERASBATAM.ID — Mantan Kepala Badan Narkotika Nasional sekaligus tokoh perintis Detasemen Khusus 88 Komando Pusat, Komisaris Jenderal Polisi (Purn) Gregorius “Gories” Mere, menghadiri peresmian Gedung Sentrum Caritas di Shelter St. Theresia, Sekupang, Kota Batam, Kepulauan Riau, Jumat (29/5/2026). Kehadiran jenderal purnawirawan bintang tiga yang dikenal luas sebagai maestro kontraterorisme dan siber nasional ini memperkuat sinyal keseriusan lintas sektor dalam menabuh genderang perang melawan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di gerbang batas negara.

Kehadiran Gories Mere di tengah jajaran petinggi kepolisian daerah—termasuk Kepala Polda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin dan Wakil Kepala Polda Kepri Brigjen Pol Anom Wibowo—menegaskan pentingnya penguatan aspek intelijen strategis dan jaringan keamanan siber untuk memutus mata rantai sindikat penyelundupan manusia. Batam sebagai kawasan transit internasional selama ini dihadapkan pada ancaman jalur nonprosedural pekerja migran. Sentrum Caritas serta Balai Latihan Kerja dan Pusat Informasi Migran (BLK-PIM) yang diresmikan diproyeksikan menjadi benteng pertahanan preventif berbasis kemanusiaan.

Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, dalam sambutannya menekankan bahwa geografi Batam yang sangat strategis menuntut respons mitigasi yang tidak biasa. “Kota Batam menghadapi tantangan besar terkait persoalan pekerja migran, korban TPPO, serta kekerasan terhadap perempuan dan anak. Kehadiran pusat latihan kerja sekaligus pusat informasi dari Caritas Indonesia ini merupakan langkah nyata dan strategis dalam membantu kelompok rentan yang membutuhkan perlindungan,” ujarnya.

Strategi Pencegahan di Jalur Transit

Wakil Kepala Polresta Barelang, AKBP Fadli Agus, yang hadir mewakili Kapolresta Barelang, menyatakan bahwa kehadiran Polri dalam peresmian dan lokakarya ini merupakan manifestasi dari komitmen penegakan hukum yang berbasis pada sinergi lintas sektoral. Langkah preventif melalui edukasi migrasi aman dinilai jauh lebih efektif untuk menekan laju operasional jaringan perdagangan orang sebelum mereka menyentuh jalur penyeberangan laut internasional.

Melalui lokakarya bertajuk peran BLK-PIM dalam mendukung migrasi aman yang dipimpin oleh Direktur Eksekutif Caritas Indonesia RD. Fredy Rante Taruk dan Uskup Pangkal Pinang Mgr. Adrianus Sunarko, dirumuskan pola koordinasi baru antara pemangku kebijakan lokal dan otoritas keamanan.

30 Jurnalis Uji Nyali di Simulasi Tempur Bersama Pasgat TNI AU