Berita
Beranda » Berita » Dua Parabola Ikonik Singtel di Bongkar

Dua Parabola Ikonik Singtel di Bongkar

TERASBATAM.ID — Dua antena parabola ikonik milik Singtel yang berdiri di sepanjang Bukit Timah Expressway (BKE), dekat Rifle Range Road, telah dibongkar. Antena berdiameter 32 meter dan 21 meter yang akrab disebut “wajan raksasa” itu telah menjadi landmark selama hampir 40 tahun.

Seorang juru bicara Singtel mengonfirmasi kepada Mothership bahwa pembongkaran dua antena di Bukit Timah Satellite Earth Station dimulai pada kuartal pertama 2026.

“Kedua antena parabola, masing-masing berdiameter 32m dan 21m, awalnya dibangun pada 1980-an untuk mendukung lalu lintas internasional pada satelit generasi lama,” ujar juru bicara tersebut.

Antena tersebut dibongkar untuk memberi jalan bagi pengembangan infrastruktur masa depan guna mendukung kebutuhan konektivitas perusahaan dan pelanggan. Singtel juga memastikan tidak ada layanan atau pelanggan yang terdampak karena antena sudah tidak digunakan secara aktif.

Dua antena parabola itu telah berdiri di Bukit Timah Hill selama hampir 40 tahun. Awalnya hanya ada satu antena yang diresmikan pada 1987. Stasiun Bumi Satelit Bukit Timah dirancang untuk mendukung telekomunikasi internal sekaligus menjadi stasiun satelit maritim internasional pertama Singapura.

Bus Rombongan Jemaat Terguling di Jembatan 5 Barelang

Lokasi tersebut dipilih karena jaraknya dari bandara dan tingkat interferensi frekuensi radio yang rendah. Stasiun ini juga digunakan untuk melengkapi Stasiun Bumi Satelit Sentosa yang kekurangan ruang untuk menampung antena tambahan.

Hanya satu antena berdiameter 32m yang hadir saat pembukaan stasiun satelit. Antena kedua berdiameter 21m ditambahkan pada 1988. Kedua satelit ini melayani wilayah Pasifik dan Samudra Hindia.

Biaya pembangunan stasiun ini mencapai S$65,5 juta, dengan S$39 juta dialokasikan untuk antena dan peralatan komunikasi, demikian laporan The Straits Times.

Pada 2010, satelit ini mendukung pemrosesan, pemformatan, dan transmisi siaran 3D Parade Hari Nasional di platform mio TV milik Singtel. Stasiun ini juga mendukung layanan komunikasi berkecepatan tinggi, termasuk pencetakan surat kabar, perbankan, dan transmisi gambar melalui jaringan internasional.

Pembongkaran dua “wajan raksasa” ini menandai berakhirnya sebuah era dalam sejarah telekomunikasi Singapura yang telah menyaksikan evolusi teknologi dari era satelit ke era digital.

1.500 Pekerja Terancam, Relawan MBG Batam Demo Minta Program Dilanjutkan

[sumber: 2 iconic Singtel satellite dishes along BKE dismantled, site set for future infrastructure – Mothership.SG – News from Singapore, Asia and around the world]