TERASBATAM.ID — Sosok Direktur Utama PT PLN Batam, Kwin Fo, menjadi pusat perhatian publik usai peristiwa pemadaman listrik total (blackout) yang melumpuhkan Kota Batam selama 19 jam. Dalam konferensi pers yang digelar di kantornya, Minggu (18/10/2026) Kwin Fo memberikan tanggapan langsung terkait sorotan publik serta berbagai narasi yang mengarah pada latar belakang pribadi dan keluarganya.
Kwin mengungkapkan bahwa dirinya bukan berasal dari internal PT PLN Batam maupun PT PLN (Persero). Ia mengawali kiprahnya sebagai komisaris pada Oktober 2024 sebelum akhirnya dipercaya mengemban jabatan sebagai Direktur Utama pada Maret 2025.
“Sebelum saya join, jujur saya sama sekali tidak mengerti tentang PLN Batam. Mungkin saya sama dengan Bapak-Ibu sekalian, cuma sebagai pelanggan saja,” kata Kwin.
Ia mengakui rekam jejak kariernya terdahulu lebih banyak dihabiskan di dunia industri, khususnya pabrik perakitan elektronik di Kawasan Industri Batamindo, Batam. Pernyataan tersebut disampaikannya untuk merespons berbagai kritikan dan serangan pribadi yang beredar di media sosial pasca-insiden blackout.
Meski demikian, Kwin menegaskan tidak ingin ambil pusing dengan tudingan publik karena fokus utamanya adalah menjalankan tugas memperbaiki keandalan kelistrikan di Batam. Untuk menepis keraguan terkait kompetensi teknisnya, ia memaparkan latar belakang pendidikannya sebagai lulusan Teknik Elektro Universitas Trisakti serta pengalamannya yang pernah bekerja di perusahaan kontraktor kelistrikan sebelum kembali lagi ke Batam pada 1999.
Kwin Fo juga mengaku merupakan Angkatan pertama Sekolah Menengah Atas (SMA) Yos Sudarso Batam yang lulus pada tahun 1994. Saat itu sekolah tersebut masih berlokasi di Nagoya, tepatnya di kawasan yang kini dikenal dengan Thamrin City.
“Saya di sini yang saya pikirkan hanya bekerja dan memajukan PLN Batam,” tegasnya.
Kwin menyayangkan adanya narasi spekulatif yang mulai menyasar ranah personal dan keluarga. Menurutnya, tuduhan semacam itu sudah melebihi batas kewajaran.
“Kalau diarahkan kepada pribadi ataupun keluarga, saya rasa itu mungkin sudah agak di luar kewajaran,” ujarnya.
Di akhir penjelasannya, Kwin turut memberikan pembelaan atas kinerja manajemen di bawah kepemimpinannya selama satu tahun terakhir. Ia mengklaim tingkat pemadaman listrik di Batam justru mengalami penurunan signifikan dibandingkan periode-periode sebelumnya.
“Tetapi di era saya setahun terakhir ini, pemadaman yang terjadi di PLN Batam sangat minim dibandingkan sebelumnya. Bahkan posisi PLN Batam cukup baik di Indonesia,” pungkas Kwin.


