TERASBATAM.ID – Lonjakan harga bahan bakar global yang dipicu oleh ketegangan geopolitik di Iran mulai berdampak signifikan pada sektor transportasi laut rute Singapura-Batam. Sejumlah operator feri dan kapal cepat terpaksa mengambil langkah efisiensi ekstrem, mulai dari pengurangan jadwal keberangkatan hingga penerapan biaya tambahan (surcharge) kepada penumpang.
Salah satu operator utama, Batam Fast, melaporkan bahwa biaya operasional bahan bakar telah meningkat hingga tiga kali lipat sejak konflik di Timur Tengah memanas. Sebagai dampaknya, perusahaan telah memangkas sekitar dua perjalanan per hari selama sepekan terakhir.
“Kami terpaksa mengurangi jumlah perjalanan ke Batam. Kami tidak bisa memberangkatkan kapal jika jumlah penumpang terlalu sedikit karena tidak akan menutup biaya operasional,” ujar perwakilan manajemen Batam Fast seperti dikutip dari channel news asia, Senin (06/04/2026).
Saat ini, jadwal keberangkatan dikurangi hingga 40 persen guna menjaga stabilitas keuangan perusahaan.
Langkah serupa diambil oleh York Cruise SG, operator kapal cepat yang melayani rute pulau-pulau selatan. Biaya pengisian bahan bakar penuh (refuel) mereka melonjak dari harga normal menjadi sekitar 800 dollar AS, atau naik sebesar 45 persen dibandingkan periode sebelum konflik.
Penyesuaian Tarif dan Konsolidasi Penumpang
Untuk menyiasati kerugian, operator kini menerapkan strategi baru:
Penerapan Surcharge: Harga tiket feri ke Batam kini mencakup biaya tambahan sebesar 6 SGD akibat kenaikan harga minyak.
Konsolidasi Slot: Operator tidak lagi memberangkatkan kapal berdasarkan jadwal rutin per jam jika kursi tidak terisi optimal. Mereka kini menggabungkan penumpang dari beberapa slot waktu untuk memastikan efisiensi bahan bakar.
Minimal Kuota: Beberapa operator kapal cepat kini hanya akan berangkat jika minimal terdapat empat penumpang, naik dari standar sebelumnya yang hanya dua penumpang.
Respon Penumpang
Meski ada kenaikan tarif, sejumlah penumpang mengaku dapat memaklumi kondisi tersebut.
“Saya rasa ini masuk akal. Jika ingin berlibur saat ini, hampir di semua tempat pasti ada kenaikan biaya atau biaya tambahan,” ujar salah satu pengguna jasa penyeberangan.
Namun, kekhawatiran tetap membayangi para pelancong. Dengan tren harga minyak yang tidak menentu, muncul kekhawatiran bahwa biaya tambahan sebesar 6 dollar SGD saat ini bisa melonjak hingga dua atau tiga kali lipat dalam waktu dekat.


