TERASBATAM.ID – Rencana penyelenggaraan Bazaar Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi di Zona B, Kawasan Gurindam 12, Tepi Laut, Kota Tanjungpinang, resmi dibatalkan untuk lokasi tersebut. Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memutuskan untuk mengalihkan kegiatan ke tempat lain guna menjaga ketertiban dan kondusivitas selama bulan suci.
Keputusan ini diumumkan langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Hasan, di Tanjungpinang, Kamis (26/2/2026). Menurutnya, pengalihan lokasi merupakan langkah strategis setelah mempertimbangkan berbagai aspek, seperti penataan kawasan, kebersihan, kenyamanan pengunjung, dan kepentingan bersama para pedagang.
“Kami memandang Bazaar Ramadan sebagai kegiatan positif untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif dan UMKM. Namun, demi menjaga ketertiban, kebersihan kawasan, serta kondusivitas selama Ramadan, pelaksanaannya di Zona B Gurindam 12 untuk tahun ini kami alihkan ke lokasi lain,” ujar Hasan.
Bazaar Ramadan 1447 H merupakan bagian dari agenda kalender pariwisata Provinsi Kepri tahun 2026. Kegiatan ini juga menjadi rangkaian awal dari Kepulauan Riau Ramadan Fair (KURMA) 2026 yang dirancang untuk menggeliatkan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, serta memberdayakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) selama Ramadan.
Acara ini sedianya akan diselenggarakan oleh Komunitas UMKM Kota Tua Provinsi Kepri di Zona B Kawasan Gurindam 12, yang dikenal sebagai salah satu ruang publik dan destinasi strategis di ibu kota provinsi tersebut.
Meskipun batal digelar di Gurindam 12, Pemerintah Provinsi Kepri menegaskan bahwa kegiatan bazaar tidak dibatalkan secara keseluruhan. Saat ini, pemerintah sedang memfinalisasi lokasi alternatif dan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan pihak terkait. Penyelenggaraan kegiatan tetap akan dipercayakan kepada Komunitas UMKM Kota Tua.
Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Kepri dalam mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif secara inklusif dan berkelanjutan, namun tetap mengedepankan aspek sosial, ketertiban umum, serta keharmonisan masyarakat selama Ramadan. Pemerintah berharap bazaar tetap dapat menjadi ruang produktif bagi pelaku UMKM dan memperkuat daya tarik wisata Ramadan di Kepulauan Riau.


