Berita
Beranda » Berita » BATAM MENJADI POROS INDUSTRI ENERGI ANGIN

BATAM MENJADI POROS INDUSTRI ENERGI ANGIN

Langkah monumental ini ditandai dengan peresmian dua fasilitas fabrikasi mutakhir, yakni Gedung Cakrawala dan Gedung Nusantara, oleh PT McDermott Indonesia di kawasan industri batu ampar, Batam, Kamis (28/5/2026). Infrastruktur senilai 240 juta dollar AS atau setara Rp 4 triliun tersebut dibangun secara spesifik untuk menyokong Tennet 2GW HVDC Project—sebuah proyek mega-konversi energi angin lepas pantai lepas pantai hasil kolaborasi strategis dengan negara Jerman.

TERASBATAM.ID — Industri manufaktur maritim dalam negeri menorehkan cetak biru baru dalam transisi energi hijau global. Melalui pengembangan infrastruktur berskala besar di Kota Batam, Kepulauan Riau, Indonesia resmi mengambil peran strategis dalam rantai pasok global proyek konversi energi angin lepas pantai (offshore wind energy) menjadi arus listrik searah bertegangan tinggi (High Voltage Direct Current/HVDC).

Langkah monumental ini ditandai dengan peresmian dua fasilitas fabrikasi mutakhir, yakni Gedung Cakrawala dan Gedung Nusantara, oleh PT McDermott Indonesia di kawasan industri batu ampar, Batam, Kamis (28/5/2026). Infrastruktur senilai 240 juta dollar AS atau setara Rp 4 triliun tersebut dibangun secara spesifik untuk menyokong Tennet 2GW HVDC Project—sebuah proyek mega-konversi energi angin lepas pantai lepas pantai hasil kolaborasi strategis dengan negara Jerman.

Gedung Cakrawala didesain dengan sistem pengendali iklim khusus (climate-controlled) untuk perakitan blok komponen sensitif, sedangkan Gedung Nusantara difungsikan sebagai pusat pembersihan dan pengecatan (blasting and painting) material berat penopang turbin angin laut. Kehadiran dua fasilitas ini memantapkan posisi Batam dari sekadar basis fabrikasi migas konvensional menjadi episentrum manufaktur energi terbarukan di Asia Tenggara.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy menegaskan, investasi ini menjadi jawaban nyata atas tantangan dekarbonisasi global. “Di tengah dinamika industri energi dunia, Indonesia melalui Batam membuktikan diri mampu mengekspor teknologi tinggi kelistrikan bersumber energi angin bersih untuk pasar internasional,” ujar Rachmat saat meresmikan proyek tersebut bersama Gubernur Kepri Ansar Ahmad.

Multiplier Effect bagi Makroekonomi

Sektor energi terbarukan terbukti menjadi motor penggerak baru yang instan bagi perekonomian domestik. Konstruksi kedua gedung penopang komponen energi angin ini menyerap sedikitnya 7.000 tenaga kerja lokal. Selain itu, aspek rancang bangun dan perencanaan struktur rekayasanya digarap 100 persen oleh insinyur muda dalam negeri.

30 Jurnalis Uji Nyali di Simulasi Tempur Bersama Pasgat TNI AU

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad memaparkan, masifnya arus modal masuk pada sektor industri hijau ini berimplikasi langsung terhadap indikator makroekonomi daerah. Realisasi investasi Kepri yang mencapai Rp 64,67 triliun mendorong akselerasi performa domestik regional bruto secara signifikan.

+-------------------------------------------------------------------------+
|             DAMPAK EKONOMI INVESTASI ENERGI TERBARUKAN KEPRI            |
+------------------------------------+------------------------------------+
| Indikator Ekonomi                  | Capaian / Catatan Performa         |
+------------------------------------+------------------------------------+
| Nilai Investasi Infrastruktur Baru | USD 240 Juta (± Rp 4 Triliun)      |
| Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I-2026| 7,04% (y-on-y)                     |
| Peringkat Pertumbuhan Regional     | Posisi Ke-1 di Sumatra             |
| Peringkat Pertumbuhan Nasional     | Posisi Ke-5 Nasional               |
| Penyerapan Tenaga Kerja Konstruksi | 7.000 Tenaga Kerja Lokal           |
+------------------------------------+------------------------------------+

Jaringan Distribusi Global

Pengembangan platform listrik angin lepas pantai memerlukan keahlian teknik tinggi (high engineering) karena struktur jaringannya harus mampu bertahan di koridor laut lepas dengan arus dan korosi tinggi. Komponen converter substations berkapasitas 2 gigawatt (GW) yang digarap di Batam berfungsi seperti jantung buatan di tengah laut. Komponen ini akan mengumpulkan daya AC dari ratusan turbin angin lepas pantai, mengubahnya menjadi arus HVDC, lalu mengirimkannya lewat kabel bawah laut ke daratan dengan tingkat kebocoran daya yang mendekati nol persen.

McDermott Indonesia, yang bertransformasi dari lahan 8 hektar pada dekade 1970-an menjadi kawasan industri terintegrasi seluas 110 hektar, kini memegang peran vital dalam rantai pasok transisi energi eropa. Keberhasilan transfer teknologi energi angin di Batam ini diharapkan tidak hanya menjadi komoditas ekspor, tetapi juga menjadi cetak biru (benchmark) regulasi dan infrastruktur bagi Pemerintah Indonesia untuk segera mengeksplorasi potensi angin lepas pantai masif yang membentang di sepanjang selatan Pulau Jawa, NTT, dan Selat Makassar.

Seremoni peresmian tersebut turut dihadiri oleh Staf Khusus Presiden Ahmad Aditya, Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura, Sekretaris Daerah Kota Batam Firmansyah, serta jajaran Deputi Kepala BP Batam dan jajaran manajemen PLN Batam selaku otoritas kelistrikan regional.

Bus Rombongan Jemaat Terguling di Jembatan 5 Barelang