Berita
Beranda / Berita / Bakamla, SPCG, dan MMEA Gelar Latihan Trilateral di Batam

Bakamla, SPCG, dan MMEA Gelar Latihan Trilateral di Batam

Kepala Bakamla RI Laksamana Madya TNI Dr. Irvansyah (tengah) menyampaikan keterangan didampingi Director General MMEA Admiral (M) Datuk Haji Mohd. Rosli bin Abdullah (kiri) dan Commander SPCG SAC Ang Eng Seng (kanan) saat konferensi pers Latihan Bersama Trilateral INSIMA di Pangkalan Bakamla Batam, Kepulauan Riau, Selasa (11/8/2026). Latihan ini digelar untuk memperkuat keamanan dan penegakan hukum maritim di Selat Malaka, Selat Singapura, dan Laut Natuna Utara.
TERASBATAM.ID — Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI), Singapore Police Coast Guard (SPCG), dan Malaysian Maritime Enforcement Agency (MMEA) resmi membuka latihan bersama trilateral perdana bertajuk INSIMA (Indonesia, Singapura, dan Malaysia) di Pangkalan Bakamla Batam, Kepulauan Riau, Selasa (11/8/2026).
Latihan yang berlangsung hingga Rabu (12/8/2026) ini bertujuan memperkuat sinergi penegakan hukum, keselamatan, serta keamanan maritim di kawasan strategis Selat Malaka, Selat Singapura, dan Laut Natuna Utara.
Kepala Bakamla RI Laksamana Madya TNI Dr. Irvansyah menjelaskan, nama INSIMA diambil dari gabungan ketiga negara peserta. Latihan teknis perdana ini melibatkan 60 personel dan tiga unsur kapal patroli, yakni KN Bintang Laut dari Bakamla RI, PH58 White Tip Shark milik SPCG, serta KM Sibuan 2224 dari MMEA.

Kapal patroli MMEA KM Sibuan 2224 milik Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) bersandar di Pangkalan Bakamla Batam, Kepulauan Riau, Selasa (11/8/2026). Kedatangan kapal ini menandai dimulainya Latihan Bersama Trilateral INSIMA yang melibatkan Bakamla RI, Singapore Police Coast Guard, dan MMEA untuk memperkuat keamanan maritim di kawasan Selat Malaka dan sekitarnya.

“Ini merupakan sejarah baru, khususnya bagi Bakamla dan coast guard di kawasan ASEAN. Kita fokus pada materi latihan yang krusial seperti Visit, Board, Search, and Seizure (VBSS) atau prosedur pemeriksaan kapal berisiko tinggi secara bersama-sama,” ujar Irvansyah dalam konferensi pers usai penyambutan kedatangan kapal peserta di Pangkalan Bakamla Batam.
Irvansyah menegaskan, kolaborasi ini merupakan respons konkret terhadap potensi ancaman maritim lintas negara yang tergolong berulang, seperti penyelundupan narkotika, Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), perompakan, hingga terorisme jalur laut.
Mengenai alasan latihan yang baru melibatkan tiga negara, Bakamla menjelaskan bahwa pendekatan antar-tetangga terdekat dilakukan agar koordinasi lebih efisien dan cepat direalisasikan, tanpa mengesampingkan rencana perluasan skala latihan di bawah kerangka ASEAN Coast Guard Forum di masa mendatang.
Perkuat Jaringan Operasional
Director General MMEA Admiral (M) Datuk Haji Mohd. Rosli bin Abdullah menyambut positif inisiatif ini. Menurutnya, kerja sama lapangan ini melengkapi pertukaran informasi (information sharing) dan praktik terbaik (best practices) yang selama ini telah berjalan.
“Latihan ini memperteguh networking dan operasional kita. Di bawah kerangka kerja sama kawasan, kami berkomitmen mendukung penuh peningkatan kapasitas bersama ini,” kata Rosli.
Senada dengan hal tersebut, Commander SPCG Senior Assistant Commissioner (SAC) Ang Eng Seng menekankan pentingnya hasil praktis (practical outcomes) dari kerja sama ini demi menjaga keamanan wilayah perairan bersama.
“Kerja sama antara Bakamla, MMEA, dan SPCG mencerminkan hubungan erat ketiga negara. Fokus kami adalah memastikan patroli terkoordinasi, pertukaran informasi, dan latihan bersama ini menciptakan perairan yang lebih aman bagi masyarakat kita,” tutur Ang Eng Seng.
Selain latihan VBSS yang turut disaksikan oleh United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), rangkaian Pertemuan Tingkat Tinggi (High-Level Meeting) ini juga diisi dengan agenda diplomatik dan penanaman pohon bersama di kawasan Zona Bakamla Barat.
Kegiatan diawali dengan penyambutan kapal SPCG White Tip Shark (PH58) dan kapal MMEA KM Sibuan 2224 yang dijemput oleh kapal Bakamla RI CAT 508 dan HSC 32-02 saat memasuki perairan Batam.
Pertemuan di Batam ini sekaligus menjadi tindak lanjut dari High-Level Meeting Tripartite Coast Guard Cooperation yang sebelumnya diselenggarakan pada 15 Juli 2025 di Mabes Bakamla RI, Jakarta. Penyelenggaraan rutin ini diharapkan terus memperkuat tindak pengawasan keamanan, keselamatan, dan penegakan hukum di laut secara berkelanjutan.