Berita
Beranda » Berita » Aksi Pencurian Kabel Windfarm Ancam Proyek di KEK Kabil

Aksi Pencurian Kabel Windfarm Ancam Proyek di KEK Kabil

Kapolda Kepulauan Riau Irjen Pol Asep Safrudin (kiri) dan CEO Citramas Group Kris Taenar Wiluan melakukan pertemuan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kabil, Batam, Rabu (1/4/2026). Kunjungan ini merupakan respons cepat kepolisian atas maraknya aksi pencurian kabel dan bahan baku industri oleh kelompok profesional melalui jalur laut yang menyasar proyek strategis windfarm (kincir angin) asal Eropa. Kapolda berkomitmen memperketat pengamanan dan patroli rutin melalui Direktorat Polisi Air (Dirpolair) guna memastikan keberlangsungan investasi senilai triliunan rupiah yang menyerap hingga 6.000 tenaga kerja di kawasan tersebut agar tidak berpindah ke luar negeri.

TERASBATAM.ID — Kapolda Kepulauan Riau Irjen Pol Asep Safrudin menemui CEO Citramas Group, Kris Taenar Wiluan, di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kabil, Rabu (1/4/2026). Pertemuan ini membahas maraknya pencurian kabel dan bahan baku industri yang mengancam iklim investasi di kawasan tersebut.

Dalam pertemuan yang juga dihadiri Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono, Kapolda Asep Safrudin menjanjikan pengamanan maksimal berupa patroli rutin di perairan depan KEK Kabil melalui Direktorat Polisi Air (Dirpolair) Polda Kepri. Pasalnya, para pencuri masuk dan keluar kawasan melalui jalur laut.

“Kapolda Kepri menjanjikan akan melakukan patroli di laut dengan mengirim personel Dirpolair di depan kawasan KEK Kabil, karena pencuri masuk dari arah laut dan keluar dari sana,” ujar Nara Dewa, Juru Bicara Kris Wiluan sekaligus HR & General Affairs Manager Citramas Group.

Khawatir Proyek Windfarm Pindah ke Singapura

Nara Dewa mengungkapkan bahwa kekhawatiran investor tidaklah berlebihan. Saat ini, kelompok industri di KEK Kabil sedang mengerjakan proyek besar dari Eropa berupa pembuatan modul windfarm (pembangkit listrik tenaga kincir angin) yang berlangsung selama lima tahun dengan nilai investasi signifikan serta mempekerjakan 4.000 hingga 6.000 tenaga kerja.

Bus Rombongan Jemaat Terguling di Jembatan 5 Barelang

Salah satu perusahaan tenant utama yang menjadi korban pencurian adalah PT S, perusahaan asal Singapura yang mengerjakan proyek strategis energi terbarukan tersebut.

“Perusahaan S sendiri mengkhawatirkan karena kemarin yang kehilangan mereka. Sebagai tenant Kabil, tentu mereka menuntut bagaimana jaminan keamanannya kepada kami,” ujar Nara Dewa dalam wawancara, Senin (6/4/2026).

Ia menambahkan, jika jaminan keamanan tidak ada dan peristiwa pencurian terulang, besar kemungkinan empat modul yang seharusnya dikerjakan dalam lima tahun ke depan akan dipindahkan ke tempat lain, bahkan kembali ke Singapura.

“Jika terjadi gangguan lagi, yaitu pencurian bahan baku, investor asing akan selalu berpikir dua kali untuk berinvestasi ke Batam,” tegasnya.

Nara Dewa menjelaskan bahwa pencurian yang menimpa aset PT S terjadi pada akhir 2024 hingga awal 2025. Para pelaku masuk dari arah laut dan menjarah kabel-kabel yang menjadi urat nadi produksi.

1.500 Pekerja Terancam, Relawan MBG Batam Demo Minta Program Dilanjutkan

Ia mengaku pelaku merupakan kelompok profesional yang memiliki keahlian khusus, termasuk kemampuan menggunakan alat las untuk membongkar kontainer di tengah laut atau di area dermaga.

“Kalau lihatnya sih memang profesional. Saya rasa itu lokal, tetapi mainnya dari air. Modelnya seperti perompak yang bisa naik ke kapal dan membuka kontainer pakai las,” tambahnya.

Meski kasus tersebut sudah ditangani dan pelaku telah diadili, dampaknya masih menyisakan trauma bagi investor. Nara Dewa enggan merinci nilai kerugian pencurian, tetapi menegaskan bahwa fokus pembicaraan dengan Kapolda adalah soal keamanan kawasan industri.

Nara Dewa memastikan bahwa kawasan KEK Kabil telah masuk dalam status Objek Vital Nasional (Obvit), yang secara otomatis diawasi secara periodik oleh polisi dari Satuan Direktorat Pengamanan Objek Vital Nasional Polda Kepri.

Dalam kunjungannya, Kapolda Asep Safrudin didampingi Kapolresta Barelang melakukan pemantauan lapangan dengan berkeliling kawasan menggunakan kendaraan operasional. Kehadiran personel Polri secara langsung di kawasan industri ini ditegaskan sebagai komitmen memberikan rasa aman bagi investor dan pelaku usaha.

Jasa Raharja Kepri Gandeng Mahasiswa UNIBA Dorong Keselamatan Jalan