TERASBATAM.ID — Panggung politik dan organisasi sosial di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kembali diselimuti awan duka. Widiastadi Nugroho bin Ayatiman, mantan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepri sekaligus Ketua Pengurus Daerah Keluarga Besar Putra Putri (KBPP) Polri Kepri, tutup usia pada Selasa (9/6/2026) pagi di Batam.
Pria yang akrab disapa Mas Iik tersebut mengembuskan napas terakhirnya pada pukul 06.01 WIB dalam usia 59 tahun. Kabar berpulangnya Widiastadi seketika memicu gelombang duka cita mendalam dari berbagai kalangan di Kepri.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun www.terasbatam.id, jenazah almarhum saat ini disemayamkan di rumah duka yang beralamat di Perumahan Taman Duta Mas, Blok A13 Nomor 7–8, Kota Batam. Keluarga besar almarhum memohon doa dan keikhlasan dari segenap kerabat serta masyarakat untuk memaafkan segala khilaf dan kesalahannya semasa hidup.
“Allahummaghfir lahu warhamhu wa ‘afihi wa’fu ‘anhu… Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, sejahterakanlah dia, dan maafkanlah dia,” demikian doa mulia yang dipanjatkan oleh keluarga besar mengiringi kepergian almarhum ke tempat terbaik di sisi-Nya.
Jembatan Komunikasi Publik
Lahir di Kebumen, Jawa Tengah, pada 19 Oktober 1966, Widiastadi tumbuh menjadi sosok politisi yang dikenal bersahaja dan mudah merangkul berbagai kalangan. Ia merupakan adik kandung dari Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Kepri sekaligus mantan Wakil Gubernur Kepri, HM Soerya Respationo.
Widiastadi mengukir dedikasinya sendiri. Selama menjabat sebagai Anggota DPRD Kepri dari Fraksi PDI Perjuangan dan dipercaya memimpin Komisi III bidang infrastruktur pada periode lalu, ia dikenal sebagai sosok legislator yang tekun mengawal program pembangunan daerah.
Di mata rekan kerjanya di DPRD Kepri, almarhum dipandang sebagai jembatan komunikasi yang sangat baik antara lembaga legislatif dengan pemerintah daerah maupun aparat keamanan. Karakter kepemimpinannya yang tenang dan mengayom membuatnya dihormati, baik oleh kawan maupun lawan politik di parlemen.
Menjaga Marwah Keluarga Polri
Selain di jalur legislatif, pengabdian Widiastadi tercatat sangat kuat di bidang organisasi sosial kemasyarakatan. Pada November 2021, ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) IV sebagai Ketua Pengurus Daerah KBPP Polri Provinsi Kepri masa bakti 2021–2026.
Sebagai putra dari seorang prajurit korps kepolisian, almarhum memiliki komitmen moral yang tinggi untuk membesarkan organisasi tersebut. Saat dilantik, ia menekankan tekadnya untuk menjadikan KBPP Polri sebagai garda terdepan pelindung dan pengayom masyarakat, serta penyokong utama tugas-tugas kemanusiaan Polri di Kepulauan Riau.
Langkah nyata yang ia lakukan adalah merapatkan barisan internal organisasi hingga tingkat resor di seluruh kabupaten/kota Kepri. Ia kerap menyuarakan agar seluruh anak cucu polisi senantiasa menjaga martabat keluarga besar mereka. Pesan tersebut selaras dengan amanat dewan penasihat organisasi yang selalu mengingatkan agar setiap tindakan anggota wajib menjaga nama baik orangtua dan instansi penegak hukum.
Kepergian Widiastadi Nugroho meninggalkan duka yang mendalam bagi istri, anak-anak, dan cucu tercinta, serta segenap masyarakat Kepri yang mengenal sosoknya yang hangat. Sumbangsih pemikiran, kiprah politik yang santun, serta kepedulian sosialnya kini menjadi warisan berharga yang akan terus dikenang.


