Berita
Beranda / Berita / Tangki Kapal Meledak di Galangan PT ASL Batam, Lima Pekerja Tewas

Tangki Kapal Meledak di Galangan PT ASL Batam, Lima Pekerja Tewas

TERASBATAM.ID – Tragedi kebakaran hebat di kawasan galangan PT ASL, Tanjunguncang, Batuaji, Batam, pada Selasa sore (24/6/2025), menelan lima korban jiwa dan melukai tiga lainnya. Insiden ini diduga kuat dipicu oleh ledakan saat aktivitas pemotongan bagian tangki kapal yang tengah dalam perbaikan.

Hingga malam hari, lima pekerja dilaporkan meninggal dunia. Dua korban tewas yang telah teridentifikasi adalah Gunawan dan Hermansyah Putra, yang jenazahnya telah dibawa ke kamar jenazah RS Mutiara Aini, Batuaji. Tiga jenazah lainnya masih dalam proses evakuasi dan identifikasi oleh tim gabungan.

Sementara itu, tiga korban selamat dengan luka bakar serius sedang menjalani perawatan intensif di IGD RS Graha Hermine, Batuaji. Mereka adalah Amel Rivensky Gembiran Nababan (25), Benni Silaban (28), dan Rekki Harianto Butarbutar (25). Korban selamat lainnya, Alatas Silaban, yang dirawat di RS Mutiara Aini, memberikan kesaksian langsung mengenai kejadian nahas tersebut.

“Kami lagi kerja motong bagian tangki kapal. Tiba-tiba api langsung menyambar dan meledak. Banyak pekerja di dalam saat itu. Suasana panik, kami lari menyelamatkan diri,” tutur Alatas.

Para pekerja yang menjadi korban diketahui berasal dari dua perusahaan, yakni PT Mancar Marine Batam dan Ocean Pulse Solution (OPS), yang sedang melakukan pekerjaan perbaikan di bagian tangki kapal. Petugas medis di RS Graha Hermine menyebut kondisi korban kritis dengan luka bakar yang luas.

Terlantar di Kamboja, Sejumlah Warga Batam Butuh Pertolongan

Kanit Reskrim Polsek Batuaji, Iptu Andi Pakpahan, membenarkan adanya korban jiwa dan menyatakan pihaknya masih menunggu informasi resmi dari rumah sakit serta tim evakuasi untuk memastikan identitas seluruh korban.

Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan, namun dugaan sementara mengarah pada ledakan yang dipicu percikan api dari aktivitas pemotongan tangki kapal, yang kemudian menyulut bahan mudah terbakar di ruang tertutup kapal.