Berita
Beranda / Berita / Sinergi Kampus-Industri Perkuat Hilirisasi Danantara

Sinergi Kampus-Industri Perkuat Hilirisasi Danantara

(Dari kiri ke kanan) Perwakilan Kementerian Investasi/BKPM, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) Maruf Maulana menunjukkan nota kesepahaman yang telah ditandatangani dalam Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025. Kerja sama ini bertujuan memperkuat hilirisasi nasional melalui penyelarasan riset perguruan tinggi dengan kebutuhan investasi strategis di kawasan industri.

TERASBATAM.ID – Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) menyatakan kesiapannya untuk menjembatani kolaborasi antara dunia pendidikan tinggi dan sektor industri guna memperkuat 18 proyek strategis nasional di bawah pengelolaan Danantara. Langkah ini merupakan respons atas arahan Presiden RI yang menekankan pentingnya peran kampus dalam mendukung agenda hilirisasi dan investasi strategis.

Ketua Umum HKI, Maruf Maulana, dalam keterangannya di Jakarta, menilai arahan Presiden tersebut merupakan sinyal kuat bagi integrasi pengembangan sumber daya manusia (SDM) dengan riset terapan dan inovasi industri. Kawasan industri dipandang sebagai simpul eksekusi yang akan memastikan proyek-proyek strategis Danantara berjalan efektif melalui penyediaan lahan, infrastruktur, dan ekosistem terpadu.

“HKI melihat arahan Presiden sebagai momentum untuk memastikan investasi strategis memberikan nilai tambah nyata bagi ekonomi nasional. Relasi antara Danantara dan kawasan industri bersifat saling melengkapi; Danantara pada sisi pembiayaan, sementara kawasan industri pada kesiapan ekosistem usaha,” ujar Maruf, Kamis (15/1/2026).

Laboratorium Riset Terapan

Dalam konteks penguatan SDM, HKI berkomitmen menindaklanjuti nota kesepahaman yang telah ditandatangani bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM. Fokus utama kerja sama ini adalah penyelarasan kurikulum agar lulusan perguruan tinggi terserap secara optimal pada proyek masa depan.

Terlantar di Kamboja, Sejumlah Warga Batam Butuh Pertolongan

Menurut Maruf, kawasan industri siap menjadi “laboratorium nyata” bagi riset terapan yang dilakukan universitas. Kerja sama ini diharapkan dapat memecahkan berbagai hambatan (debottlenecking) yang dihadapi investor sekaligus mempercepat realisasi investasi.

“Ketika investasi dan ekonomi tumbuh, lapangan kerja tercipta. Kami siap mengawal agar hilirisasi ini tidak hanya mendorong pertumbuhan jangka pendek, tetapi juga memperkuat struktur industri nasional secara berkelanjutan,” tambahnya.