Berita
Beranda / Berita / Pelecehan Turis di Pelabuhan Harbour Bay Disesalkan

Pelecehan Turis di Pelabuhan Harbour Bay Disesalkan

TERASBATAM.ID — Dugaan kasus pelecehan seksual berupa perekaman diam-diam terhadap seorang wisatawan perempuan asal Malaysia di toilet umum Pelabuhan Internasional Harbour Bay, Batuampar, Kota Batam, memicu sorotan publik. Pemerintah Kota Batam menyayangkan insiden tersebut karena dinilai berpotensi mencoreng citra pariwisata daerah di mata internasional.

Kejadian yang berlangsung pada Selasa (21/7/2026) itu menjadi viral di media sosial setelah korban membagikan pengalamannya. Korban mendapati seorang pria merekam dirinya menggunakan telepon seluler dari bawah bilik toilet wanita. Pelaku yang tertangkap basah sempat diamankan oleh petugas keamanan pelabuhan dan diserahkan ke Kepolisian Sektor Batu Ampar. Namun, pelaku dilaporkan hanya menjalani penahanan selama 2×24 jam karena bukti video yang ditemukan tidak menampilkan bagian sensitif korban.

Menanggapi insiden tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam Ardiwinata menegaskan bahwa tindakan itu tidak sepatutnya terjadi, terutama di fasilitas publik yang menjadi pintu gerbang kedatangan wisatawan mancanegara.

“Di tempat umum tentu ada aturan yang harus dipatuhi. Jika ada yang melanggar, tentu akan berhadapan dengan hukum,” ujar Ardiwinata, Jumat (24/7/2026).

Ardiwinata mengingatkan bahwa pembangunan pariwisata Batam senantiasa berlandaskan pada prinsip Sapta Pesona, yaitu menciptakan iklim yang aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan memberikan kenangan yang baik. Menurut dia, seluruh pengelola fasilitas umum dan pelaku industri pariwisata wajib memegang teguh prinsip ini untuk menjaga kepercayaan publik.

Terlantar di Kamboja, Sejumlah Warga Batam Butuh Pertolongan

“Pariwisata memberikan dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat melalui peningkatan pendapatan. Karena itu, kejadian seperti ini tentu tidak baik bagi citra Batam sebagai kota pariwisata,” kata Ardiwinata.

Guna mencegah peristiwa serupa terulang, Disbudpar Batam mengimbau seluruh pengelola destinasi wisata, pintu masuk pelabuhan, hotel, serta sarana publik lainnya untuk memperketat sistem keamanan dan pengawasan lingkungan.

Dukungan terhadap penanganan tegas juga disampaikan oleh pihak legislatif. Ketua Komisi I DPRD Kota Batam Jelvin Tan menekankan pentingnya penegakan hukum secara profesional demi memberikan jaminan rasa aman bagi wisatawan maupun investor yang berkunjung ke Batam. Saat ini, kepolisian masih memproses penanganan kasus tersebut.