Berita
Beranda / Berita / Pekan Depan, WPM Singapura Dijadwalkan Hadiri Pendaratan Kabel Laut NCC di Batam

Pekan Depan, WPM Singapura Dijadwalkan Hadiri Pendaratan Kabel Laut NCC di Batam

Deputy Prime Minister of Singapore Gan Kim Yong dijadwalkan memberikan sambutan resmi bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto.

TERASBATAM.ID — Rencana kedatangan Wakil Perdana Menteri (WPM) sekaligus Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, Gan Kim Yong, ke Batam pada awal pekan depan menjadi sinyal kuat urgensi geopolitik dan ekonomi digital di kawasan perbatasan. Orang nomor dua di pemerintahan Singapura tersebut dijadwalkan menghadiri langsung upacara pendaratan kabel bawah laut Nongsa Changi Cable (NCC) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa, Batam, Kepulauan Riau, Senin (20/7/2026) mendatang.

Kehadiran pejabat tinggi setingkat Wakil Perdana Menteri ini menegaskan bahwa proyek konektivitas digital lintas batas tersebut bukan sekadar kerja sama bisnis biasa. Langkah ini merupakan strategi krusial bagi Singapura untuk mengatasi keterbatasan ruang fisik domestik dengan memanfaatkan Batam sebagai ekstensi ekosistem digitalnya.

Gan Kim Yong dijadwalkan memberikan sambutan resmi bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto. Selain kedua pemimpin negara, Direktur Utama PT Telkom Indonesia Dian Siswarini juga dipastikan hadir guna memaparkan detail proyek strategis ini.

“Pendaratan kabel NCC di Batam menjadi tonggak penting untuk mendukung transformasi digital nasional, meningkatkan kapasitas dan keandalan konektivitas internasional, serta memperkuat posisi Batam sebagai gerbang digital Indonesia,” ujar Direktur HR Nongsa Digital Park, Nara Dewa, Selasa (14/7/2026) seperti dalam undangannya.

Menjawab Keterbatasan Singapura

Urgensi kehadiran delegasi tingkat tinggi Singapura ini tidak lepas dari kondisi kritis keterbatasan infrastruktur digital di negaranya. Berdasarkan data CBRE Global Data Center Report 2025, tingkat kekosongan (vacancy rate) pusat data di Singapura berada di angka yang sangat mengkhawatirkan, yakni hanya tersisa sekitar 2 persen.

Terlantar di Kamboja, Sejumlah Warga Batam Butuh Pertolongan

Dengan ruang ekspansi yang hampir habis, Singapura membutuhkan jaminan konektivitas berkapasitas besar dan berlatensi ultra-rendah ke wilayah terdekat seperti Batam guna menopang ekosistem digital mereka. Infrastruktur NCC yang membentang sepanjang 19,33 kilometer ini akan menghubungkan langsung Nongsa Digital Park (NDP) di Batam dengan Changi di Singapura.

Proyek kolaborasi antara Telin (anak usaha Telkom) dan BW Digital ini dirancang khusus dengan kapasitas 24 pasang serat optik (fiber pairs). Spesifikasi ini disiapkan untuk melayani lalu lintas data antarpusat data (data center to data center) yang melonjak masif akibat ekspansi komputasi awan (cloud) dan teknologi kecerdasan buatan (AI) di Asia Tenggara.

Nilai pasar AI di kawasan ini diproyeksikan melonjak dari 12 miliar dollar AS pada 2025 menjadi 80 miliar dollar AS pada 2031. Kabel laut NCC yang ditargetkan siap beroperasi pada kuartal kedua tahun 2026 ini diharapkan menjadi solusi andalan untuk menampung ledakan trafik data masa depan yang tidak lagi mampu ditampung oleh kabel laut generasi lama.