TERASBATAM.ID — Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (MMEA) Negeri Pahang menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 1.572 ton di perairan timur laut Kuantan, Malaysia, Rabu (11/2/2026). Barang haram tersebut ditemukan di dek dua kapal yang masing-masing berbendera Indonesia dan Thailand.
Direktur Maritim Pahang, Mazlan Mat Rejab, menjelaskan bahwa kapal yang diamankan adalah kapal tanker Kamal Bangkok berbendera Thailand dan kapal kargo Sail Fish 09 berbendera Indonesia. Keduanya diduga kuat terlibat dalam jaringan penyelundupan narkotika internasional.
“Kami meyakini sabu tersebut akan diedarkan ke pasar internasional,” ujar Mazlan terkait potensi distribusi barang terlarang tersebut.
Selain menyita narkotika dalam jumlah besar, petugas MMEA juga mengamankan sekitar 50.000 liter bahan bakar solar yang ditemukan di kedua kapal tersebut. Sebanyak 18 awak kapal yang terdiri dari warga negara Indonesia dan Thailand turut ditahan untuk menjalani pemeriksaan intensif.
Mazlan menegaskan bahwa kasus ini tengah diselidiki lebih lanjut di bawah ketentuan Undang-Undang Narkoba Berbahaya Malaysia. Penyidikan difokuskan untuk mengungkap asal-usul barang, jaringan sindikat yang terlibat, serta kemungkinan keterkaitannya dengan sindikat narkotika lintas negara.
Penindakan ini dipandang sebagai bagian dari penguatan pengawasan perairan nasional Malaysia terhadap kejahatan transnasional. Mazlan menyebutkan bahwa langkah tegas ini penting untuk menjaga stabilitas dan keselamatan masyarakat dari ancaman narkotika.
“Penindakan ini merupakan komitmen aparat penegak hukum maritim Malaysia dalam memperkuat pengawasan perairan nasional serta menindak tegas segala bentuk kejahatan transnasional, khususnya penyelundupan narkotika yang berpotensi mengancam keamanan kawasan dan keselamatan masyarakat,” katanya menutup keterangan tersebut.


