Berita
Beranda / Berita / Jeju Air Hengkang dari Batam, Manajemen Bandara: Itu Hak Bisnis Mereka

Jeju Air Hengkang dari Batam, Manajemen Bandara: Itu Hak Bisnis Mereka

TERASBATAM.ID – Kabar mengejutkan datang dari dunia penerbangan Batam. Maskapai asal Korea Selatan, Jeju Air, dipastikan menghentikan penerbangan langsung rute Batam (Hang Nadim) – Incheon (Seoul). Berdasarkan data jadwal internasional, rute yang sebelumnya terbang dua kali seminggu ini hanya akan beroperasi hingga 30 Mei 2026 lalu. Selanjutnya, maskapai membatalkan total penerbangan untuk periode 15 Juli 2026 hingga 29 Agustus 2026.

Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam (BIB), Annang Setia Budhi, membenarkan informasi tersebut. Dalam keterangan resminya kepada terasbatam.id, Kamis (4/6/2026), Annang menjelaskan bahwa pihak maskapai tidak menyebutkan secara spesifik alasan di balik penghentian ini.

“Secara khusus, informasi yang kami terima dari pihak maskapai tidak menyampaikan penghentian sementara rute Batam – Incheon disebabkan oleh kendala pasokan bahan bakar,” ujar Annang.

Namun demikian, menurut data jadwal penerbangan internasional yang dirilis oleh AeroRoutes (10/5/2026), pengurangan jaringan rute Jeju Air untuk musim panas 2026 cukup masif. Rute Seoul Incheon – Batam yang sebelumnya berjadwal dua kali seminggu dibatalkan total untuk periode 15 Juli 2026 hingga 29 Agustus 2026. Bahkan, rute ini hanya akan bertahan hingga 30 Mei 2026.

Tantangan Industri Penerbangan Global

Terlantar di Kamboja, Sejumlah Warga Batam Butuh Pertolongan

Annang menjelaskan, keputusan ini lebih disebabkan oleh evaluasi bisnis internal Jeju Air yang tengah menghadapi badai global. Sebagaimana yang saat ini dihadapi oleh industri penerbangan dunia, maskapai harus berjibaku dengan berbagai tantangan operasional dan komersial yang kompleks.

“Tantangan tersebut antara lain meliputi dinamika permintaan pasar, efisiensi jaringan penerbangan, biaya operasional yang meningkat, fluktuasi harga bahan bakar pesawat udara, nilai tukar mata uang, kondisi geopolitik global, serta perlambatan ekonomi di sejumlah negara,” rinci Annang.

Dalam kondisi serba sulit ini, maskapai secara berkala melakukan evaluasi terhadap jaringan rute yang dioperasikan. Tujuannya tak lain untuk menjaga keberlangsungan usaha dan optimalisasi kinerja operasional.

“Oleh karena itu, PT BIB menghormati keputusan bisnis yang diambil oleh Jeju Air sebagai bagian dari strategi perusahaan,” tegasnya.

Sempat Diresmikan Meriah di 2023

TNI AU Gelar Simulasi “Force Down” di Batam

Penghentian ini seperti tamparan keras bagi upaya transformasi Bandara Hang Nadim. Sebelumnya, rute Incheon–Batam diresmikan dengan penuh suka cita pada 5 Juli 2023. Saat itu, PT BIB bekerja sama dengan pemegang sahamnya, Incheon International Airport Corporation (IIAC), serta Jeju Air dan Jin Air untuk mengembangkan konektivitas langsung dari Korea.

Bahkan pada 19 Mei 2023, BIB menyelenggarakan inagurasi penerbangan promosi langsung dari Korea yang dioperasikan Jeju Air dengan mengangkut 189 penumpang untuk paket wisata tiga hari di Batam. Rute ini kemudian ditargetkan menjadi penerbangan reguler pada periode winter flight.

Keputusan Jeju Air untuk menghentikan sementara rute Batam juga sejalan dengan kebijakan perusahaan di kawasan Asia Tenggara lainnya. Berdasarkan data AeroRoutes, hampir bersamaan Jeju Air juga mengurangi frekuensi penerbangan ke Bangkok (dari 7 menjadi 4 kali seminggu), Singapura (dari 7 menjadi 4 kali seminggu), serta membatalkan sementara rute ke Vientiane, Laos.

Meski pahit, PT BIB memilih bersikap realistis. Manajemen bandara menganggap ini sebagai bagian dari dinamika bisnis penerbangan global. Yang terpenting, Batam tetap berkomitmen untuk terus membangun konektivitas internasional.

[Kang Ajank Nurdin]

10 Unit X-Ray Perkuat Deteksi Dini TBC di Kepri