TERASBATAM.ID — Kawasan pusat perbelanjaan dan terminal feri legendaris Singapura, HarbourFront Centre, akan mengakhiri masa operasionalnya pada 27 Juli 2026. Penutupan ini menandai dimulainya proyek megah penataan ulang kawasan pesisir (redesain) menjadi gedung terpadu modern setinggi 33 lantai yang dilengkapi dengan fasilitas taman layang (elevated park).
Gedung ini sejatinya memiliki sejarah panjang di kawasan pesisir selatan Singapura. Sebelum dikenal sebagai HarbourFront Centre sejak resmi beroperasi pada tahun 2003, kompleks ini pertama kali beroperasi sebagai World Trade Centre pada tahun 1978. Gedung lama tersebut kemudian ditutup sementara untuk menjalani proyek pembangunan ulang senilai 30 juta dollar Singapura sebelum akhirnya lahir kembali dengan wajah baru di awal era milenium.
Kini, pemilik sekaligus perusahaan real estat pemegang proyek, Mapletree Investments, memproyeksikan pembangunan gedung baru seluas 123.000 meter persegi tersebut akan rampung pada paruh pertama tahun 2031. Proyek ini digadang-gadang menjadi ikon baru yang ramah lingkungan di kawasan Greater Southern Waterfront.
Selain menyediakan ruang perkantoran dan pusat retail baru, daya tarik utama dari pembangunan ini adalah kehadiran taman layang seluas 13.000 meter persegi yang terhubung langsung dengan jalur pedestrian tepi pantai (waterfront promenade) yang baru dibangun.
Guna mendukung konsep mobilitas berkelanjutan, gedung terpadu ini juga akan menyediakan fasilitas parkir sepeda terintegrasi serta fasilitas penunjang akhir perjalanan (end-of-trip facilities). Langkah ini dirancang untuk mempermudah masyarakat memanfaatkan jaringan jalur sepeda pesisir pantai.
Relokasi Terminal Feri
Seiring dengan rencana pembongkaran gedung, Singapore Cruise Centre—yang telah beroperasi di kawasan tersebut sejak tahun 1992—akan dipindahkan secara permanen ke alamat baru di 5 HarbourFront Avenue mulai 15 Juli 2026. Lokasi terminal baru ini hanya berjarak sekitar 70 meter dari gedung lama.
Otoritas Singapore Cruise Centre memastikan bahwa pemindahan ini tidak akan mengubah ataupun mengganggu jadwal operasional kapal. Rute feri internasional, lokasi sandar kapal, serta tujuan perjalanan menuju sejumlah wilayah Indonesia—seperti Batam Centre, Harbour Bay, Sekupang, Tanjung Balai Karimun, Gold Coast, dan Pulau Nirup—akan tetap berjalan normal seperti biasa.
Batam Fast Ferry dijadwalkan menjadi operator pertama yang menguji coba dan memulai layanan dari terminal baru tersebut pada 7 Juli 2026, disusul oleh seluruh operator feri dan kapal pesiar lainnya pada pertengahan Juli. Proses transformasi kali ini dipastikan akan membawa wajah baru Singapura yang lebih hijau dan modern pada awal dekade berikutnya.
Bagi masyarakat Batam dan Kepulauan Riau, HarbourFront Centre bukan sekadar bangunan persinggahan. Selama puluhan tahun, gedung ini telah menjadi ‘wajah pertama’ Singapura yang menyambut setiap pelancong yang menyeberang lewat laut. Kehadirannya yang legendaris kini akan tersimpan dalam memori, saat kawasan ini bersiap bertransformasi menjadi ruang baru yang lebih modern bagi generasi mendatang.
[sumber: HarbourFront Centre to close from July 27 | The Straits Times]


