Berita
Beranda / Berita / Eks “Raja OTT” KPK Kini Jadi “Polisi Haji”! Awasi Agar Aman & Nyaman!

Eks “Raja OTT” KPK Kini Jadi “Polisi Haji”! Awasi Agar Aman & Nyaman!

Suasana usai pelantikan Eks Penyidik KPK Harun Ar-Rasyid sebagai Deputi Bidang Pengawasan Tampak Wakil Kepala BP Haji Dahnil Anzar Simanjuntak (tengah), serta jajaran pejabat BP Haji dan para undangan berfoto bersama. Pelantikan ini menjadi langkah strategis BP Haji dalam memperkuat pengawasan penyelenggaraan ibadah haji yang transparan dan akuntabel. (Humas BP Haji)

TERASBATAM.id – Gebrakan dilakukan Badan Penyelenggara Haji Republik Indonesia (BP Haji)! Lembaga ini resmi melantik mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dikenal sebagai “Raja Operasi Tangkap Tangan” (OTT), Harun Ar-Rasyid, sebagai Deputi Bidang Pengawasan, Pemantauan, dan Evaluasi. Pelantikan yang berlangsung di Asrama Haji Bekasi, Jawa Barat, Kamis (24/04/2025), ini menjadi sinyal kuat BP Haji untuk memperketat pengawasan penyelenggaraan ibadah haji agar berjalan transparan dan akuntabel.

Kepala BP Haji, Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan), melantik langsung Harun Ar-Rasyid, disaksikan oleh Wakil Kepala BP Haji Dahnil Anzar Simanjuntak, Sekretaris Utama Teguh Dwi Nugroho, serta jajaran pejabat BP Haji dan tamu undangan.

Dalam sambutannya, Gus Irfan menekankan betapa krusialnya posisi deputi pengawasan mengingat kompleksitas penyelenggaraan haji setiap tahun.

“Dengan dilantiknya Harun Ar-Rasyid hari ini, kami semakin siap menjawab tugas negara, khususnya dalam memperkuat fungsi pengawasan. Sesuai arahan Presiden, penyelenggaraan haji harus berjalan dengan prinsip efektif, aman, nyaman, dan transparan,” tegas Gus Irfan.

Karangan bunga ucapan selamat atas pelantikan Harun Al Rasyid sebagai Deputi di BP Haji ini dikirimkan oleh rekan-rekan beliau yang tergabung dalam IM57+ Institute, yang merupakan perkumpulan mantan pegawai KPK. IM57+ Institute, lembaga ini merupakan wadah bagi mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak lolos dalam Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) pada tahun 2021. Angka “57” merujuk pada jumlah pegawai KPK yang terdampak TWK tersebut, termasuk di antaranya adalah Bapak Dr. Harun Al Rasyid, S.H., M.Hum.

Sosok Harun Ar-Rasyid memang bukan nama baru dalam dunia pengawasan dan penegakan hukum. Reputasinya sebagai “Raja OTT” saat masih bertugas di KPK sangat melekat karena keberhasilannya membongkar kasus-kasus korupsi besar melalui operasi senyap. Sebelum bergabung dengan BP Haji, Harun Ar-Rasyid juga memiliki karier di Kepolisian RI.

Terlantar di Kamboja, Sejumlah Warga Batam Butuh Pertolongan

“Penunjukan beliau adalah langkah nyata dalam menjawab amanat Presiden, yakni menghadirkan penyelenggaraan haji yang benar-benar aman, nyaman, dan dapat dipertanggungjawabkan,” imbuh Gus Irfan.

Gus Irfan juga mendorong jajarannya untuk berani berpikir out of the box dalam memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah, namun tetap berpegang teguh pada koridor hukum dan regulasi. “Kami ingin menghadirkan inovasi yang berdampak langsung pada kenyamanan dan kualitas layanan jemaah,” katanya.

Di akhir sambutannya, Gus Irfan mengingatkan pesan Presiden bahwa mayoritas masyarakat Indonesia adalah umat Islam, dan menunaikan ibadah haji adalah salah satu cita-cita besar mereka. “Kita melayani mereka sebagai tamu Allah, maka kita harus amanah dalam menjalankan tugas ini.”

Dengan bergabungnya Harun Ar-Rasyid, BP Haji mengirimkan pesan yang jelas tentang komitmen mereka untuk terus memperkuat integritas lembaga dan meningkatkan kualitas layanan bagi seluruh jemaah haji Indonesia.

TNI AU Gelar Simulasi “Force Down” di Batam