Dituding Sebar Money Politik, Ria Saptarika Sebut Panwaslu Menyesatkan

Ria: Saya Pejabat Tinggi Negara Sedang Menjalankan Tugas Asmasda

TERASBATAM.iD: Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia dari Provinsi Kepulauan Riau Ria Saptarika meradang dituding sedang menyebarkan money politik kepada warga di Pulau Belakangpadang pada Selasa (23/01/2024) oleh Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan.

“Saya kira Panwaslu di lapangan terlalu berlebihan. Tidak ada yang ditutup tutupi soal pembagian uang. Ada pun kemudian mereka (Panwaslu) menganggap money politik. Itu menyesatkan, pedomannya ada,” kata Ria kepada www.terasbatam.id , Rabu (23/01/2024) di Kantor Perwakilan DPD RI di Batam.

Menurut Ria, saat itu dirinya bertemu dengan 160 orang warga disana untuk menjalankan tugas Aspirasi Masyarakat dan Daerah (Asmasda) sebagai anggota DPD RI yang diatur dalam ketentuan.

“yang sebenarnya itu adalah kegiatan Asmasda yang difasilitasi oleh MPR, MPR adalah Lembaga tinggi negara, dan itu dilakukan secara nasional. Seluruh Indonesia, seluruh anggota MPR melakukan Asmada, termasuk saya, yang saat ini berstatus sebagai pejabat tinggi negara, yang memang juga salah satu Caleg,” kata Ria.

Menurut Ria, uang yang dibagikan kepada masyarakat itu merupakan uang transport yang menjadi ketentuan, dan harus diberikan kepada masyarakat yang hadir karena telah dianggarkan.

“Kami membebaskan orang mempoto, kami sendiri mempoto untuk proses pengambilan uang itu, karena itu nanti dilaporkan untuk pertanggungjawaban. Tidak ada yang ditutup tutupi soal pembagian uang,” kata Ria.

Atas tudingan Panwaslu tersebut, menurut Ria, dirinya saat ini menunggu panggilan atau permintaan klarifikasi oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait hal tersebut.

“saya menunggu saja. Kegiatan Asmasda itu tidak dilaporkan atau diberitahu kepada Panwaslu karena memang bukan kampanye,” kata Ria.