Berita
Beranda / Berita / Cerita Bola, Pantun, dan Kabel Bawah Laut di Nongsa

Cerita Bola, Pantun, dan Kabel Bawah Laut di Nongsa

Wakil Perdana Menteri (WPM) sekaligus Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, Gan Kim Yong (kanan) dan Menko Perenomian Airlangga Hartarto sedang berbincang santai.
Table of Contents

TERASBATAM.ID — Acara peresmian pendaratan kabel bawah laut Nongsa-Changi Cable (NCC) di Nongsa Digital Park, Batam, Senin (20/7/2026), berlangsung penuh kehangatan. Di balik pembahasan teknis soal latensi dan kapasitas data petabit, panggung diplomatik antara Indonesia dan Singapura justru diwarnai kelakar ringan, cerita laga final Piala Dunia, hingga aksi adu pantun.

Suasana santai dicetuskan oleh Wakil Perdana Menteri (WPM) sekaligus Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, Gan Kim Yong. Membuka sambutannya, Gan langsung menyapa hadirin yang tampak masih kelelahan karena menyempatkan diri menonton siaran langsung final Piala Dunia pada dini hari sebelum acara.

Gan berseloroh bahwa dirinya dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto sama-sama menonton pertandingan tersebut secara terpisah, lalu ikut bersorak ketika gol tunggal Spanyol tercipta di lima menit terakhir.

“Namun, terlepas dari serunya pertandingan bola tadi pagi, saya pastikan apa yang akan Anda saksikan hari ini jauh lebih mendebarkan daripada sepak bola,” gurau Gan yang disambut tawa para tamu undangan.

Dari Kemacetan Hingga Pantun

Tak mau kalah, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto membalas kehangatan tersebut dengan gaya khasnya. Sebagai pembicara keempat, Airlangga mengaku sempat kesulitan mencari bahan pidato yang belum disampaikan oleh pejabat terdahulu.

Terlantar di Kamboja, Sejumlah Warga Batam Butuh Pertolongan

Ia lantas menganalogikan keunggulan kabel bawah laut NCC yang memiliki kecepatan latensi di bawah 2 milidetik (sub-2 milliseconds) dengan kondisi lalu lintas darat.

“Jarak Changi ke Nongsa itu mirip Jakarta ke Bogor, sekitar 50 kilometer. Kalau naik mobil di jalan tol, butuh waktu lebih dari satu jam karena macet. Tapi di jalur digital ini tidak ada macetnya,” ujar Airlangga.

Ia juga menambahkan, dengan koneksi ultra-cepat tanpa delay tersebut, warga Batam dan Singapura kini bisa menyaksikan siaran Netflix hingga laga sepak bola secara bersamaan tanpa kendala lag.

Airlangga pun sempat melontarkan gubahan pantun pembuka secara mendadak demi menghormati tradisi melayu di Kepulauan Riau:

Burung camar terbang layang,

TNI AU Gelar Simulasi “Force Down” di Batam

singgah sebentar di tepi dermaga.

Serat optik membentang gemilang,

membawa Batam menuju dunia.

Tak berhenti di situ, Airlangga sempat “menegur” bercanda Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura yang duduk di barisan kedua, sebelum akhirnya menutup pidato dengan pantun pamungkas untuk mengajak seluruh pihak menjadikan Batam sebagai gerbang digital kelas dunia.

Di balik riuhnya kelakar dan pantun tersebut, kedua pejabat menyepakati hal utama: kabel bawah laut NCC bukan sekadar tumpukan serat optik di dasar laut, melainkan simbol jalinan persahabatan yang kian erat serta cermin optimisme ekonomi digital kedua negara tetangga.

10 Unit X-Ray Perkuat Deteksi Dini TBC di Kepri