Berita
Beranda / Berita / 22 Atase Pertahanan Saksikan Langsung Kekuatan Industri Perang di Batam

22 Atase Pertahanan Saksikan Langsung Kekuatan Industri Perang di Batam

Ketika menjabat Wakil Menteri Pertahanan Letnan Jenderal (Letjen) Sjafrie Sjamsoeddin (tengah), Direktur Utama PT Palindo Marine Harmanto alias Ahak (kiri), Kepala Badan Sarana Pertahanan Kemhan Mayjen Ediwan Prabowo dan Komandan Korem 033 Wira Pratama Kolonel Czi Adi Sudaryanto (kanan) berada di atas Kapal Cepat Rudal (KCR) 40 KRI Clurit milik TNI AL produksi PT Palindo Marine di pelabuhan milik perusahaan shipyard tersebut di kawasan tanjung uncang Batam, Rabu, 4 Januari 2012.

TERASBATAM.ID – Sebanyak 22 atase pertahanan dari 19 negara sahabat menyambangi Kantor BP Batam, Rabu (3/6/2026). Kedatangan mereka dalam rangkaian Defence Attache Tour 2026 ini menjadi bukti nyata bahwa Batam kini tidak hanya diperhitungkan sebagai kawasan industri dan perdagangan, tetapi juga sebagai lokasi strategis pertahanan nasional.

Kunjungan para atase ini disambut langsung oleh Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Batam yang juga Wakil Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Li Claudia Chandra. Ia menyebut momen ini sebagai langkah penting untuk memperkenalkan posisi Batam sebagai kawasan perdagangan bebas sekaligus wilayah perbatasan yang berperan vital dalam menjaga stabilitas kawasan.

“Merupakan kehormatan bagi kami dapat menerima kunjungan Kementerian Pertahanan RI bersama para atase pertahanan negara sahabat di Kota Batam,” ujar Li Claudia dalam sambutannya.

Kegiatan yang merupakan agenda tahunan Kementerian Pertahanan RI ini memang sengaja mengusung misi memperkenalkan perkembangan industri pertahanan nasional, khususnya di sektor galangan kapal.

Kepala Delegasi Kementerian Pertahanan RI, Kolonel Infanteri Troy Hutagalung, mengungkapkan bahwa pihaknya mendampingi langsung 22 atase dari 19 negara. Mulai dari Rusia, Prancis, Inggris, Jepang, Jerman, Tiongkok, Australia, hingga Uni Emirat Arab.

Terlantar di Kamboja, Sejumlah Warga Batam Butuh Pertolongan

“Program ini merupakan agenda rutin. Kami mengundang para atase untuk melihat secara langsung perkembangan industri pertahanan Indonesia,” ujar Troy dikutip dari press release Diskominfo Pemko Batam.

Troy menegaskan, para atase pertahanan memiliki peran penting sebagai mitra bilateral. Karena itu, acara ini bukan sekadar pameran kemampuan, tetapi juga ajang mempererat hubungan persahabatan dan membuka peluang kerja sama ekonomi.

“Kami ingin mempromosikan industri pertahanan Indonesia, termasuk industri maritim dan galangan kapal yang punya potensi besar,” tambahnya.

Plh Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, saat menerima kunjungan 22 atase pertahanan dari 19 negara sahabat dalam rangkaian Defence Attache Tour 2026 di Batam, Rabu (3/6/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM

Dalam kesempatan itu, Li Claudia Chandra juga mengingatkan bahwa Batam memiliki posisi geografis yang unik sebagai kawasan perdagangan bebas yang berbatasan langsung dengan sejumlah negara tetangga.

“Keamanan menjadi faktor utama yang mendukung iklim investasi di Batam terus berkembang. Kehadiran para atase pertahanan hari ini adalah simbol kepercayaan internasional terhadap stabilitas Indonesia, khususnya di Batam,” tegasnya.

TNI AU Gelar Simulasi “Force Down” di Batam

Ia berharap, rangkaian tur ini tidak hanya memberi kesan positif bagi para tamu, tetapi juga membuka sinergi strategis yang lebih luas di masa depan.

Bukan Kali Pertama Batam Dikunjungi Pejabat Pertahanan

Perkembangan industri pertahanan maritim di Batam memang terus menunjukkan kemajuan signifikan. Hanya sekitar dua setengah bulan sebelumnya, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin juga melakukan kunjungan kerja ke Batam pada Selasa (17/3/2026).

Kala itu, Sjafrie meninjau langsung progres pemeliharaan dan pembangunan alutsista kapal perang TNI AL di dua galangan kapal nasional. Di PT Palindo Marine Shipyard, ia mengecek perbaikan kapal patroli cepat tipe FPB 57, pembangunan Kapal Cepat Rudal (KCR) 60, hingga kapal serang ringan. Sedangkan di PT Batamec Shipyard, Menhan melihat langsung proyek kapal Offshore Patrol Vessel (OPV) 83 yang didesain modern untuk pengawasan laut Indonesia.

Kunjungan itu menjadi bagian dari komitmen Kementerian Pertahanan untuk mendorong kemandirian industri maritim dalam negeri, termasuk transfer teknologi.

10 Unit X-Ray Perkuat Deteksi Dini TBC di Kepri

Menariknya, kunjungan Maret 2026 lalu bukanlah yang pertama bagi Sjafrie Sjamsoeddin ke Batam. Berdasarkan catatan, saat masih menjabat sebagai Wakil Menteri Pertahanan di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Sjafrie juga pernah mengunjungi sejumlah perusahaan shipyard di Batam pada Rabu (4/1/2012).

Saat itu, ia meninjau langsung kesiapan mitra TNI AL dalam mengerjakan kapal perang, salah satunya PT Citra Shipyard di kawasan Tanjung Uncang, Batam. Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap kemampuan industri galangan kapal Batam telah terbangun dalam waktu yang panjang dan terus berlanjut hingga saat ini.