Featured
Beranda » Berita » Thales Luncurkan “SkyDefender”, Kubah Pertahanan Udara Bersenjatakan AI

Thales Luncurkan “SkyDefender”, Kubah Pertahanan Udara Bersenjatakan AI

TERASBATAM.ID – Perusahaan teknologi persenjataan asal Prancis, Thales, meluncurkan sistem pertahanan udara terintegrasi bernama SkyDefender. Teknologi anyar ini dirancang sebagai kubah pelindung multi-lapis yang mampu menangkal seluruh jenis ancaman udara, mulai dari drone lambat hingga rudal hipersonik, serta dilengkapi kecerdasan buatan (AI) untuk mengantisipasi serangan siber.

Peluncuran yang diumumkan pada Senin (16/3/2026) ini menandai lompatan besar dalam sistem pertahanan terintegrasi. SkyDefender tidak hanya bekerja di darat dan laut, tetapi juga hingga ke wilayah antariksa. Sistem ini mengombinasikan jaringan sensor canggih, alat pemukul (effectors), dan sistem komando kendali (C2) serbaguna yang diberi nama SkyView.

Keunggulan utama SkyDefender terletak pada arsitekturnya yang terbuka dan modular, sehingga dapat diintegrasikan dengan sistem pertahanan yang sudah ada sebelumnya. Yang membuatnya istimewa, sistem ini diperkuat oleh cortAIx, akselerator AI milik Thales, yang memberikan keunggulan operasional dan pertahanan proaktif terhadap serangan siber yang terus berkembang.

“Thales bangga dapat berkontribusi pada kedaulatan negara-negara mitra dengan SkyDefender. Ini adalah kubah pertahanan udara global berdasarkan teknologi canggih kami, mulai dari perlindungan anti-drone hingga kapasitas peringatan dini,” ujar Hervé Dammann, Executive Vice-President Land and Air Systems Thales, dalam pernyataan resminya.

Ia menambahkan bahwa sistem ini sudah teruji di medan tempur (combat-proven), mudah diintegrasikan, dan tersedia saat ini.

Merajut Memori, Alumni SMAN 1 Lhokseumawe Gelar Reuni Akbar

SkyDefender bekerja dalam tiga lapisan pertahanan:

Jarak Pendek: Sistem ForceShield menciptakan gelembung pelindung terhadap ancaman lapisan bawah seperti drone.
Jarak Menengah: Sistem SAMP-T NG garapan konsorsium Eurosam mampu menjangkau target hingga 150 km, diperkuat radar Ground Fire dengan jangkauan 350 km.
Jarak Jauh: Untuk ancaman jarak sangat jauh, Thales mengandalkan radar SMART-L MM dan UHF yang mampu mendeteksi ancaman hingga jarak 5.000 km, termasuk jet tempur dan rudal balistik. Kemampuan ini diperkuat dengan satelit berpendingin inframerah dari Thales Alenia Space yang dapat mendeteksi lokasi peluncuran rudal bahkan sebelum masuk ke area jangkauan radar darat.

Seluruh elemen ini dimanajemen melalui sistem komando kendali SkyView, yang memastikan interoperabilitas dengan platform NATO dan sekutu. Thales menyatakan pengembangan sistem ini terbuka untuk kemitraan dengan pemain industri lainnya.

sumber: www.asianmilitaryreview.com

Bhinneka, Memikat Turis Jiran dengan Kehangatan Nasi Bakul