Travel
Beranda » Berita » Tertib Ramadan di Negeri Jiran

Tertib Ramadan di Negeri Jiran

WISATA RAMADAN DI MALAYSIA — Pemandangan Menara Kembar Petronas (KLCC) di Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (7/3/2026). Di tengah bulan Ramadan, otoritas setempat memberlakukan aturan ketat bagi umat Muslim untuk tidak makan di ruang terbuka pada siang hari, termasuk di area pusat perbelanjaan dan restoran populer, sebagai bentuk penghormatan terhadap bulan suci.

TERASBATAM.ID — Bagi pelancong Muslim, khususnya perempuan yang sedang berhalangan puasa, bepergian ke Malaysia di bulan Ramadan memerlukan penyesuaian ekstra. Berbeda dengan pemandangan di Indonesia yang lazim menggunakan tirai penutup di tempat makan, otoritas dan pengelola pusat perbelanjaan di Malaysia menerapkan aturan yang jauh lebih ketat bagi umat Muslim yang makan di ruang publik.

Pemandangan ini terlihat di KLCC Mall, salah satu pusat perbelanjaan terbesar di kompleks Menara Kembar Petronas, Kuala Lumpur. Di area food court lantai 2, pramusaji akan memberikan peringatan tegas kepada konsumen yang mengenakan atribut Muslim, seperti jilbab, jika berniat makan di tempat (dine-in) pada siang hari.

“Jika konsumen berpakaian Muslim makan di ruang terbuka saat bulan puasa, akan ada konsekuensi denda, baik bagi konsumen maupun penjualnya,” ujar salah satu pramusaji di lokasi tersebut. Pengawasan dilakukan secara berlapis, mulai dari petugas keamanan internal mal hingga aparat kepolisian setempat. Konsumen yang berhalangan tetap diperbolehkan membeli makanan, namun hanya dengan opsi dibawa pulang (take away).

Disiplin di Johor Bahru

Ketegasan serupa juga dijumpai di Johor Bahru, tepatnya di Restoran Hua Mui yang populer dengan menu chicken chop-nya. Meski tidak memasang tirai penutup sebagaimana lazimnya warung makan di Indonesia, restoran ini sangat ketat dalam menegakkan aturan penghormatan terhadap bulan suci.

Risiko Menyimpan Tas Kabin di Baris Belakang

Seorang pelancong Muslim yang mencoba memesan makanan untuk disantap di lokasi akan langsung ditolak. Bahkan, tamu tersebut tidak diperkenankan menunggu pesanan di dalam area makan agar tidak menarik perhatian petugas.

“Restoran akan didenda jika membiarkan tamu Muslim makan di depan publik. Sebaiknya menunggu di luar area makan saja,” kata seorang pramusaji asal Indonesia yang bekerja di restoran tersebut.

Kondisi ini menjadi catatan penting bagi para pelancong yang merencanakan perjalanan ke Malaysia di tengah bulan Ramadan. Memahami aturan setempat bukan hanya soal mematuhi hukum, melainkan juga bagian dari menghargai budaya disiplin beragama yang dijunjung tinggi di Negeri Jiran.