Berita
Beranda / Berita / Pupuk Indonesia Incar Batam Jadi Pusat Amonia Dunia, Kucurkan Investasi Rp 8 Triliun

Pupuk Indonesia Incar Batam Jadi Pusat Amonia Dunia, Kucurkan Investasi Rp 8 Triliun

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi (tengah) didampingi Deputi Investasi BP Batam Fary Djemy Francis (kiri) memberikan keterangan kepada awak media usai menggelar pertemuan di area Gedung Pelayanan Investasi BP Batam, Batam Centre, Batam, Senin (2/11/2026).

TERASBATAM.ID – PT Pupuk Indonesia resmi membidik Kota Batam sebagai pusat pengembangan industri petrokimia berbasis amonia. Tak tanggung-tanggung, nilai investasi yang disiapkan diperkirakan mencapai 500 juta dolar AS atau sekitar Rp 8 triliun untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok bahan bakar kapal masa depan (future fuel).

 

Langkah strategis ini diambil seiring transisi industri pelayaran global yang mulai beralih ke bahan bakar rendah hingga nol emisi karbon, di mana amonia diproyeksikan menjadi komoditas alternatif utama.

 

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menyampaikan bahwa Indonesia memiliki keunggulan kompetitif berupa kapasitas produksi amonia yang mencapai 7 juta ton per tahun. Angka ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu produsen amonia terbesar di kawasan Afrika Utara, Timur Tengah, hingga Asia Pasifik.

Polri Larang Anggota Isap Vape, Polda Kepri Siapkan Sanksi Disiplin dan Kode Etik

 

“Ke depan, sesuai dengan peta jalan International Maritime Organization (IMO), bahan bakar kapal atau marine fuel oil akan berubah menuju bahan bakar yang tidak menghasilkan emisi karbon. Salah satu yang diproyeksikan adalah amonia,” ujar Rahmad dalam konferensi pers di Gedung Pelayanan Investasi BP Batam, Senin sore (2/11/2026).

 

Rahmad menyoroti langkah Singapura yang saat ini tengah membangun fasilitas bunkering (pengisian bahan bakar) amonia namun harus mengimpor bahan bakunya. Situasi ini dinilai menjadi peluang emas bagi Indonesia untuk tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi juga menguasai industri pengolahan dan distribusinya di dalam negeri.

 

Wali Kota di Kanada, Alvin Tedjo Incar Kota Berinisial ‘B’ untuk Sister City, Batam Masuk Radar

“Ini bukan resource nationalism, tetapi resource industrialization. Kita ingin nilai tambahnya berada di dalam negeri. Ekonomi Indonesia tetap terbuka dan kami membuka peluang bekerja sama dengan siapa saja,” tegas Rahmad.

 

BP Batam Siapkan Lahan dan Dukung Arahan Presiden

Rencana investasi berskala besar ini direspons positif oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam. Deputi Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, mengungkapkan bahwa pihaknya mulai mengidentifikasi dan menyiapkan alokasi lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan pabrik petrokimia tersebut.

 

Kalorama: Oase Elit Para Pejabat, Presiden, dan Diplomat di Jantung Washington D.C.

“Dari sisi BP Batam, kami akan mempresentasikan beberapa hal. Yang pertama tentu kebutuhan terhadap alokasi lahan menjadi poin penting yang perlu kita persiapkan. Tadi sudah ada beberapa informasi yang akan kita tindak lanjuti, baik di kawasan industri maupun kawasan lainnya,” jelas Fary.

 

Fary menambahkan, pengembangan industri amonia sangat sejalan dengan potensi strategis Batam di jalur pelayaran internasional Selat Malaka serta mendukung visi besar pemerintah pusat.

 

“Ini bagian dari arahan Presiden Prabowo agar Batam menjadi besar. Tumpuan ekonomi kita melalui investasi, salah satunya bagaimana memanfaatkan potensi Selat Malaka,” pungkasnya.

[kang ajank nurdin]