TERASBATAM.ID – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasdem Provinsi Kepulauan Riau resmi berganti kepemimpinan. Pietra Machreza Paloh ditunjuk sebagai ketua baru menggantikan Amsakar Achmad yang hanya menjabat sekitar enam bulan.
Penunjukan Pietra tertuang dalam Surat Keputusan DPP Partai Nasdem Nomor 66-Kpts/DPP-NasDem/II/2026 yang ditandatangani Ketua Umum Surya Paloh dan Sekjen Hermawi F. Taslim pada 18 Februari 2026.
Di tengah pergantian kepemimpinan tersebut, Pietra menyoroti peran penting anggota DPR RI dari daerah pemilihan Kepri, Randi Zulmariadi. Putra dari Muhammad Rudi—mantan Wali Kota Batam sekaligus mantan Kepala BP Batam—itu disebut bakal menjadi garda terdepan partai di provinsi tersebut.
“Randi merupakan sosok penting bagi Nasdem Kepri. Tentunya harapan besar ada di pundak beliau,” ujar Pietra kepada www.terasbatam.id, Selasa (24/2/2026) ketika merespon diplomatis soal Randi yang bakal memimpin DPD Nasdem Kota Batam.
Pietra mengungkapkan, partai tengah menggodok sejumlah agenda untuk Batam yang melibatkan peran Randi.
“Kita sedang godok untuk Batam. Semoga rampung dalam waktu dekat,” katanya tanpa merinci lebih lanjut.
Sementara itu, Amsakar Achmad yang kini menjabat Wali Kota Batam merangkap Kepala BP Batam membantah adanya keretakan hubungan dengan partai terkait pergantian dirinya. Ia menegaskan keputusan untuk tidak lagi masuk dalam kepengurusan murni karena ingin fokus menangani persoalan krusial di Batam, seperti air bersih, sampah, dan banjir.
“Mengurus partai membutuhkan konsentrasi dan totalitas. Dengan intensitas pekerjaan di Pemko dan BP Batam yang tinggi, ruang untuk itu terbatas,” kata Amsakar, Senin (23/2/2026).
Amsakar yang baru memimpin DPW Nasdem Kepri sejak Agustus 2025 itu mengaku telah berdiskusi dengan DPP terkait efektivitas kepemimpinan partai di tingkat provinsi dan mendorong agar posisi tersebut diemban figur yang memiliki waktu lebih leluasa.
Pietra Paloh, yang juga menjabat Komisaris Bank Tabungan Negara (BTN) dan memiliki hubungan kekerabatan dengan Ketua Umum Surya Paloh, berkomitmen segera melakukan konsolidasi internal kader menghadapi agenda politik periode 2026–2029.
[kang ajank nurdin]


