Layang Kangen, Lontong Medan di Tanah Melayu

  • Bagikan

TerasBatam.id: Layang Kangen cukup popular dikenal sebagai salah satu judul lagu almarhum penyanyi jawa Didi Kempot, tapi di Batam nama tersebut diabadikan menjadi nama sebuah café yang menyanyikan masakan khas Medan, salah satunya lontong Medan, dengan ciri khas racikan tauco pedas.

Selain Lontong Medan, ada juga Lupis dengan baluran gula merah yang super kental, Mie Lendir khas Medan, ini sangat berbeda dengan Mie Lendir versi Batam yang selama ini beredar, kuah dan toping-toping yang menemani mie kuningnya lebih beragam dibandingkan dengan mie lender pesisir, kuahnya juga merupakan racikan dari udang ebi.

Pemilik Layang Kangen, Kiki Desriyandi kepada www.terasbatam.id mengatakan, Jumat (17/09/2021), café Layang Kangen dikhususkan untuk menyediakan masakan khas Medan dan Aceh, rasanya diklaim otentik karena diracik oleh juru masak yang didatangkan khusus dari Medan.

“kopi aceh yang kita sediakan juga diracik oleh barista dari Aceh,” kata Kiki yang berasal dari Bireun, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).

Untuk menemukan Lontong Medan di Batam kini memang tidaklah begitu sulit, ada banyak tempat, namun ada banyak rasa juga, Layang Kangen yang sebelumnya bernama Begawan Kupie ini memiliki khas Lontong Medan dengan kuah dan tauco yang kental, berbeda dengan yang lain dengan tekstur kuah lebih encer.

Menurut Kiki, nama Layang Kangen mengingatkannya pada sebuah tempat makan yang cukup terkenal di kota Lampung yang juga menyajikan menu makanan medan.

“Layang Kangen ini dikenal oleh umum sebagai judul lagu Didi Kempot, tapi ada satu rumah makan di Lampung punya nama Layang Kangen, makanannya enak. Tetapi Layang Kangen Batam tidak ada kaitannya dengan nama disana (Lampung),” kata Kiki.

Layang Kangen melakukan soft opening pada awal September 2021 lalu, dalam beberapa minggu saja tempat ini sudah kembali dihampiri oleh para penggemar masakan medan, selain Lontong, ada Lupis yang menjadi salah satu best seller.

Harga yang dipacakkan di daftar menunya cukup buat geleng-geleng kepala juga, dari Rp 6 ribu hingga Rp 23 ribu saja. Cukup murah ditengah banyak tempat makan memasang harga rata-rata diatasnya.

 

  • Bagikan