Berburu Ayam Kampung Ditemani Sambal Dendeng di RM Ranah Minang

  • Bagikan

TerasBatam.id: Rumah Makan Ranah Minang yang terletak di ujung jalan RE Martadinata, Tanjung Pinggir, Sekupang, Batam, Kepulauan Riau jadi tempat satu-satunya yang terlihat memiliki kesibukan, banyak orang dari beragam latar belakang hilir mudik kesana sekedar kulineran, berburu ayam kampung, menu favorit disana.

Persis berada di bekas pelabuhan Beton, Sekupang, dulunya Kawasan itu cukup ramai dan sangat strategis, sebab Kapal Pelni yang melayani rute Batam – Jakarta dan Batam – Medan bersandar di pelabuhan yang persis berada di depan RM Ranah Minang. Dalam sepekan setidaknya dua hari area tersebut sangat padat, dari pagi hingga petang.

Namun setelah Kapal Pelni bersandar di Pelabuhan Batu Ampar, area tersebut akhirnya sedikit demi sedikit mulai sepi, apalagi bekas Kantor Gubernur Kepulauan Riau yang berada di ujung sana kini telah berfungsi menjadi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam dan relative sepi.

Dari sisa-sisa keramaian itu, Ranah Minang tetap bertahan, dari semua pelanggan yang pernah mencicipi rasanya, kemudian pada level “tahu rasa” dapat dipastikan akan rindu untuk mencobanya kembali. Hingga hampir saban hari rumah makan ini walaupun cukup jauh lokasinya dari kompleks perkantoran maupun tempat tinggal tetapi ramai hingga tutup.

Ayam goreng kampung dengan pendamping sambal merah dendeng yang bertekstur kasar dan bercitara pedas tipis-tipis salah satu menu yang paling banyak dipesan. Ayam goreng yang disajikan ke pelanggan sesuai permintaan dan dalam kondisi yang baru dimasak.

Gulai jengkol dan Gulai Ikan Saleh juga menempati menu yang paling dihandalkan rumah makan ini, sebagian besar kesana mencari ayam goreng atau ikan saleh, namun menu-menu lainnya yang bercitarasa minang authentic tetap tersedia, seperti rendang dan gulai gajebo.

Para karyawannya hampir seluruhnya pria, biasanya mereka berseragam kemeja batik dengan cara kerja yang sangat cekatan. Sajian pertama sebelum makanan yang dipesan hadir, teh goyang hangat, air teh berwarna pucat dengan rasa manis lebih dahulu akan diantarkan kepada pelanggannya.

Karena sudah lebih dari 15 tahun disana, popularitas RM Ranah Minang cukup diakui banyak pelanggannya, areal parkir yang berada di depan Ranah Minang tak mampu lagi menampung mobil-mobil pelanggannya, sebagian besar parkir di seberang jalan hingga ke sisi kiri dan kananya.

Soal harga sangat relative, sebagian konsumen mengaku rumah makan padang satu-satunya di Kawasan itu bertarif mahal, sebagian lainnya mengakui bahwa harganya cukup sesuai dengan citarasa yang tersaji.

Setidaknya jika hanya ingin mencicipi ayam goreng kampung plus nasi dan sayuran ditemani sambal merah dendeng, berkisar antara Rp 30.000 hingga Rp 35.000 per porsi. Terbilang sangat murah jika dibandingkan dengan rumah makan dengan spesialisasi ayam kampung.

Namun bagi mereka yang “tahu raso” harga bulanlah suatu masalah, karena masalah sesungguhnya bagi mereka adalah rasa di lidah, jika cocok maka lantakkan!

 

  • Bagikan