TERASBATAM.ID — Masyarakat nelayan di Pulau Sembur Laut, Kelurahan Galang Baru, Kota Batam, kini resmi memiliki akses energi mandiri melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Kehadiran infrastruktur energi terbarukan ini diharapkan menjadi solusi bagi sekitar 200 kepala keluarga yang selama ini bergantung pada generator set (genset) pribadi dengan biaya operasional tinggi.
Menteri Koperasi dan UKM RI Ferry Joko Juliantono menjelaskan, proyek ini merupakan hasil kolaborasi dengan PT Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) untuk mendorong transisi energi rendah karbon di wilayah pesisir. Listrik yang dihasilkan PLTS akan dikelola oleh Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) untuk mengoperasikan fasilitas pendingin (cold storage) dan mesin pembuat es (ice maker).
“Selama ini nelayan harus menjual hasil tangkapan dengan murah karena tidak memiliki alat pendingin. Dengan adanya PLTS dan cold storage, harga jual hasil laut akan meningkat karena kualitasnya terjaga,” ujar Ferry saat meresmikan fasilitas tersebut, Sabtu (20/12/2025).
Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura menegaskan bahwa ketersediaan listrik di wilayah kepulauan bukan sekadar soal infrastruktur, melainkan hak dasar masyarakat di perbatasan negara. Mengingat 98 persen wilayah Kepulauan Riau merupakan lautan, akses energi menjadi tantangan utama dalam pemerataan pembangunan.
Hingga Triwulan III-2025, rasio elektrifikasi di Kepulauan Riau dilaporkan telah mencapai 99,21 persen. Peningkatan akses energi ini turut berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Kepri yang tercatat sebesar 7,48 persen (year-on-year), menjadikannya yang tertinggi di Sumatera.
Peluncuran PLTS di Pulau Sembur Laut ini menjadi proyek percontohan nasional dalam pemberdayaan ekonomi berbasis energi terbarukan melalui wadah koperasi. Saat ini, telah terbentuk 407 unit KDKMP di seluruh Kepri sebagai motor penggerak ekonomi rakyat berbasis gotong royong.


