Kepri
Beranda / Kepri / Gubernur Ansar Buka Musda V MUI Kepri

Gubernur Ansar Buka Musda V MUI Kepri

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad disambut hangat oleh Ketua MUI Kepri Bambang Maryono (kiri, bersarung merah marun) dengan jabatan tangan sesaat setelah tiba di lokasi Musyawarah Daerah (Musda) V MUI Provinsi Kepri di Hotel CK Tanjungpinang, Minggu (20/9/2026) malam. Kehadiran Ansar menandai sinergi kuat antara Pemprov Kepri dan alim ulama dalam menjaga moderasi beragama dan mewujudkan visi "Kepulauan Riau yang Berkah dan Bermartabat." (Harun/DISKOMINFO KEPRI)

TERASBATAM.ID – Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) V Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kepulauan Riau yang berlangsung di Hotel CK Tanjungpinang, Minggu (20/9/2026) malam.

Mengusung tema “Perkhidmatan Ulama-Ulama yang Berkelanjutan, Memperkuat Moderasi Beragama dan Harmoni Umat Menuju Kepulauan Riau yang Berkah dan Bermartabat”, Ansar menegaskan bahwa Musda merupakan forum tertinggi MUI di daerah yang tidak hanya berfungsi untuk memilih kepengurusan baru, tetapi juga sebagai ruang evaluasi dan refleksi kenerja organisasi.

“Jangan kita berpikir Musda hanya bagaimana memilih ketua umum dan sekretaris. Sesungguhnya Musda juga menjadi ruang untuk evaluasi dan refleksi terhadap kerja dan kinerja organisasi,” ujar Ansar saat menyapa para peserta dan undangan.

Ansar menjelaskan, MUI memiliki peran strategis dalam pembinaan umat, penguatan nilai-nilai keislaman, serta mendorong perbaikan kehidupan sosial. Oleh karena itu, sinergi antara ulama, pemerintah daerah, Forkopimda, dan masyarakat sangat penting untuk menjaga kerukunan di wilayah Kepri.

Sebagai langkah nyata menjaga harmoni, Pemprov Kepri secara konsistent meluncurkan berbagai program keumatan, di antaranya:

267 Knalpot Brong Disita Polresta Barelang di Batam

  • Penempatan Ustaz Muda: Mengerahkan 50 ustaz muda ke pulau-pulau kecil dan wilayah perbatasan selama enam tahun terakhir untuk menguatkan moderasi beragama serta memberikan pendampingan spiritual.
  • Dukungan Pengabdi Umat: Memberikan insentif dan dukungan kepada lebih dari 13 ribu pembina umat, termasuk guru TPG dan imam masjid.
  • Bantuan Rumah Ibadah: Menyalurkan bantuan secara bertahap kepada 237 rumah ibadah tahun ini, dengan prioritas di wilayah pulau terluar.

Langkah-langkah tersebut terbukti efektif menjaga kondusivitas daerah. Ansar menyebutkan bahwa indeks moderasi beragama Kepri berada di kisaran 80, yang menempatkan Provinsi Kepri dalam posisi lima besar secara nasional.

“Walaupun kita sangat heterogen, hampir tidak terjadi konflik. Antarsuku dan antaragama terus kita jaga dan pelihara,” tambahnya.

Menutup arahannya, Ansar berpesan agar Musda V berjalan secara musyawarah dan menghasilkan kepemimpinan yang solid, sembari menekankan pentingnya menjaga independensi lembaga.

“Jaga MUI tetap menjadi organisasi yang independen, bukan organisasi politik. Silakan berafiliasi ke partai politik apa pun secara individu, tetapi jangan membawa nama dan jabatan yang melekat di MUI,” tegas Ansar.

Acara ini turut dihadiri Sekjen MUI Pusat Amirsyah Tambunan, Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI Pusat Yusnar Yusuf, Wakil Ketua III DPRD Kepri Bakhtiar, Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah, Kakanwil Kemenag Kepri Zoztafia, Ketua MUI Kepri Bambang Maryono, serta jajaran Forkopimda dan pimpinan MUI kabupaten/kota se-Kepri.

PLTS Pulau Sembur: Penggerak Ekonomi Nelayan Perbatasan