Nasional
Beranda / Nasional / Endipat Wijaya Dikecam Publik Usai Kritik Relawan Bencana Sumatera

Endipat Wijaya Dikecam Publik Usai Kritik Relawan Bencana Sumatera

Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Gerindra, Endipat Wijaya, terlihat sedang memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan usai bertemu dengan mahasiswa di Batam, Jumat (11/4/2025). Dalam keterangannya, Endipat membahas rencana perluasan Kodam, termasuk potensi peningkatan status Korem Wirabima menjadi Kodam yang membawahi Provinsi Riau dan Kepulauan Riau. Pertemuan tersebut membahas Undang-Undang TNI yang baru disahkan.

TERASBATAM.IDAnggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Endipat Wijaya, menuai kecaman luas dari warganet setelah pernyataannya mengenai penanganan bencana banjir dan longsor di Sumatera menjadi viral di media sosial.

Pernyataan kontroversial tersebut disampaikan Endipat dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi I DPR dengan Menteri Komunikasi dan Digitalisasi (Menkomdigi) Meutya Hafid pada Senin (8/12/2025), yang membahas penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Bencana tersebut telah menyebabkan kerusakan masif dan menelan hampir 1.000 jiwa.

Dalam potongan video rapat yang tersebar luas, Endipat Wijaya meminta Komdigi agar lebih agresif dalam menggaungkan kinerja pemerintah, sehingga tidak “kalah viral” dibandingkan narasi yang dibangun oleh relawan atau influencer.

“Fokus nanti ke depan Komdigi ini mengerti dan tahu persis isu sensitif nasional, membantu pemerintah memberitahukan dan mengamplifikasi informasi-informasi itu, sehingga enggak kalah viral dibandingkan dengan teman-teman yang sekarang ini sok paling-paling di Aceh, di Sumatera, dan lain-lain itu, Bu,” kata Endipat.

Ia mengkritik relawan yang dianggapnya “hanya datang sekali, seolah-olah paling bekerja di Aceh” dan menuding mereka menyebarkan narasi bahwa “pemerintah enggak ada”. Padahal, menurut Endipat, negara telah hadir dan membangun ratusan posko, serta mengucurkan dana hingga triliunan rupiah.

Presiden Prabowo Bahas STEM hingga Mudik

Endipat membandingkan donasi kecil yang menjadi viral dengan dana besar dari pemerintah.

Gelombang Kecaman di Media Sosial

Pernyataan Endipat ini langsung memicu reaksi negatif masif di platform X (dahulu Twitter) sejak Senin malam, dengan gelombang kecaman dan sindiran pedas membanjiri linimasa. Warganet menilai pernyataan tersebut merugikan upaya gotong royong dan kontribusi relawan dalam penanggulangan bencana.