Berita
Beranda / Berita / Dokumenter Ferdy Sambo, ‘Skenario Sang Jenderal’ Puncaki Top 1 Film Netflix Indonesia

Dokumenter Ferdy Sambo, ‘Skenario Sang Jenderal’ Puncaki Top 1 Film Netflix Indonesia

Poster promosi film dokumenter Netflix berjudul Skenario Sang Jenderal menampilkan artwork kolase yang memperlihatkan almarhum Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat di latar depan. Film yang dirilis sejak 18 September 2026 ini berhasil menduduki peringkat pertama dalam daftar film terpopuler di Netflix Indonesia, mengupas tuntas keterlibatan mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo dalam pembunuhan berencana pada tahun 2022. (Foto: Netflix)

TERASBATAM.ID — Empat tahun berlalu sejak tragedy pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat, tabir rekayasa kasus yang melibatkan mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo kembali menyedot perhatian publik. Film dokumenter terbaru bertajuk Skenario Sang Jenderal resmi menduduki posisi puncak atau peringkat pertama dalam daftar film terpopuler di Netflix Indonesia per Rabu (23/9/2026).

 

Sinema dokumenter yang mulai ditayangkan secara global sejak Jumat (18/9/2026) lalu tersebut digarap oleh sutradara kenamaan Rob Sixsmith—sosok di balik suksesnya dokumenter perkara kopi sianida Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso.

 

Skenario Sang Jenderal merangkai kembali kronologi peristiwa berdarah pada 8 Juli 2022 di rumah dinas Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta. Dokumenter ini mengupas bagaimana narasi awal baku tembak yang dirancang untuk melindungi Bharada Richard Eliezer dipatahkan oleh temuan tim penyidik hingga terbukti sebagai aksi pembunuhan berencana.

Mahasiswi BTP Ditemukan Meninggal di Sekupang, Polisi Dalami Curhatan Skripsi

 

Tak sekadar menyajikan rekaman arsip liputan, Rob Sixsmith menghadirkan wawancara eksklusif bersama ibunda almarhum Yosua, Rosti Simanjuntak. Selain itu, pandangan kritis dari sejumlah tokoh kunci—seperti mantan Kabareskrim Polri Ito Sumardi hingga Komisioner Kompolnas Poengky Indarti—turut memperkuat sudut pandang analisis dalam film tersebut.

 

Eksplorasi dokumenter ini juga menampilkan rekaman wawancara lama Ferdy Sambo semasa aktif menjabat, sebelum akhirnya dijatuhi hukuman pidana penjara seumur hidup oleh Mahkamah Agung atas perintangan penyidikan dan pembunuhan berencana.

 

Bea Cukai Batam Ringkus Dua Speedboat, 506 Ribu Batang Rokok Ilegal Disita