Berita
Beranda / Berita / Wali Kota Batam Minta Guru Al-Qur’an Adaptif Terhadap Teknologi Digital

Wali Kota Batam Minta Guru Al-Qur’an Adaptif Terhadap Teknologi Digital

Wali Kota Batam Amsakar Achmad memberikan sambutan sekaligus membuka Pelatihan Guru Al-Qur’an Kota Batam Tahun 2026 di Aula Engku Hamidah, Kantor Wali Kota Batam, Sabtu (26/9/2026). Dalam arahannya, ia mendorong para tenaga pendidik keagamaan untuk terus meningkatkan kompetensi, kreativitas mengajar, serta mampu bersikap adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.

TERASBATAM.ID — Pemerintah Kota Batam mendorong para guru Al-Qur’an untuk terus meningkatkan kompetensi, kreativitas, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi digital. Penguasaan media pembelajaran modern, pemahaman psikologi anak, hingga penerapan kelas inklusif dinilai krusial agar pendidikan keagamaan tetap relevan bagi generasi muda.

 

Hal tersebut ditegaskan Wali Kota Batam Amsakar Achmad saat membuka Pelatihan Guru Al-Qur’an Kota Batam Tahun 2026 di Aula Engku Hamidah, Kantor Wali Kota Batam, Sabtu (26/9/2026). Kegiatan tahunan yang digelar Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Batam ini diikuti lebih dari 200 perwakilan guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) se-Kota Batam.

 

Amsakar mengingatkan pesatnya perkembangan teknologi informasi, seperti platform kecerdasan artifisial (AI) hingga media sosial. Menurut dia, para pendidik keagamaan harus piawai menyesuaikan metode belajar agar proses interaksi di kelas tetap menarik dan tidak tertinggal oleh kemajuan zaman.

Proyek 13 Tahun Kapal Selam Inggris Pemburu Nuklir, Baru Kelar!

 

“Jika metode pengajaran kita usang, anak-anak bisa jadi lebih memilih belajar ke platform digital. Kemajuan teknologi informasi ini harus disikapi dengan kepiawaian dan penyesuaian metode belajar agar para guru tidak tertinggal,” ujar Amsakar.

 

Ia menambahkan, penguasaan materi harus diimbangi dengan kemampuan mengelola kelas serta pemahaman karakter peserta didik. Menurut Amsakar, pola pengajaran konvensional perlu diperkaya dengan pendekatan yang lebih interaktif dan menyenangkan.

 

Pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat Dimulai

“Ilmu tidak akan bertumbuh jika kita hanya berpuas diri dengan pola mengajar yang lama. Harus ada terobosan, peningkatan kapasitas, dan sentuhan baru. Pelatihan ini adalah ikhtiar kita bersama agar para guru memiliki kompetensi, karisma, dan daya pikat dalam mengajar,” katanya.

 

Di samping tantangan digitalisasi, Amsakar menekankan pentingnya penerapan kelas inklusif di lingkungan TPQ. Setiap peserta didik, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus, berhak mendapatkan kesempatan dan perlakuan belajar yang setara tanpa adanya diskriminasi.

 

Pelatihan yang menghadirkan narasumber ahli di bidang psikologi dan pendidikan ini diharapkan dapat memantapkan kualitas pengajaran di TPQ, sekaligus mendukung visi Batam sebagai kota industri yang tetap berlandaskan nilai-nilai spiritual dan religius.

Guruh Soekarnoputra, Putera Bungsu Presiden Soekarno Tutup Usia di Jakarta