TERASBATAM.ID — Dunia perikanan di Kepulauan Riau (Kepri) dihebohkan dengan penemuan serpihan benda asing diduga bagian dari badan pesawat atau satelit di perairan perbatasan antara Natuna dan Anambas. Temuan yang diabadikan dalam video oleh nelayan setempat itu pun viral di media sosial.
Dalam rekaman yang beredar luas, tampak sebuah benda berwarna putih dengan bagian menyerupai sayap. Yang menarik perhatian publik adalah adanya logo negara Tiongkok pada bagian benda tersebut.
Seorang nelayan Natuna bernama Dedi mengonfirmasi kejadian tersebut. Menurutnya, benda itu pertama kali ditemukan oleh rekannya sepulang melaut.
“Iya, yang temukan kawan aku. Ada tiga kapal nelayan yang melintas di laut perbatasan antara Natuna dan Anambas,” ujar Dedi saat dihubungi, Selasa (21/4/2026).
Dalam video yang direkam, nelayan yang berada di lokasi menyebut benda itu diduga bangkai pesawat asal China yang jatuh ke laut. Ia menduga pesawat tersebut sempat terbakar sebelum jatuh. Nelayan itu juga mengaku tidak dapat mengangkut serpihan tersebut ke atas kapalnya karena beroperasi seorang diri.
“Ini ada bangkai pesawat dari China, jatuh dan sepertinya dia terbakar,” ucapnya dalam rekaman tersebut.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Anambas, Dandi, membenarkan adanya penemuan puing-puing diduga pesawat atau satelit. Namun, ia mengaku pihaknya belum dapat memastikan secara pasti asal-usul benda tersebut.
“Kita pun belum pastikan apakah puing-puing itu dari pesawat atau serpihan satelit,” kata Dandi saat dikonfirmasi, Rabu (22/4/2026).
Menurut Dandi, lokasi terakhir penemuan benda itu berada di laut sekitar Pulau Kiabu, Kecamatan Siantan Selatan, Kabupaten Kepulauan Anambas.
“Namun untuk sekarang, posisinya sudah tidak diketahui lagi apakah masih di laut situ atau sudah hanyut terbawa arus,” ujarnya.
Dandi menyebutkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan aparat keamanan terkait temuan ini.
“Sudah ada koordinasi dengan aparat,” tuturnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai asal-usul benda asing tersebut. Masyarakat dan para nelayan diimbau untuk tetap waspada serta melaporkan jika kembali menemukan serpihan serupa di sekitar perairan Kepulauan Riau.
[kang ajank nurdin]


