Berita
Beranda / Berita / Proyek 13 Tahun Kapal Selam Inggris Pemburu Nuklir, Baru Kelar!

Proyek 13 Tahun Kapal Selam Inggris Pemburu Nuklir, Baru Kelar!

Kapal selam serang bertenaga nuklir kelas Astute milik Angkatan Laut Kerajaan Inggris (Royal Navy) membelah gelombang saat melakukan pelayaran di perairan terbuka. Kapal selam canggih ini dirancang untuk misi peperangan anti-kapal selam, pengumpulan intelijen, serta pengawalan kelompok kapal induk dan aset pencegah nuklir.

TERASBATAM.ID — Kapal selam serang bertenaga nuklir milik Angkatan Laut Kerajaan Inggris (Royal Navy), HMS Agamemnon, akhirnya berlayar meninggalkan galangan kapal Barrow-in-Furness pada 24 September 2026. Pelayaran ini dilakukan setelah proses pembangunannya memakan waktu hingga lebih dari 13 tahun sejak lunasnya pertama kali diletakkan pada Juli 2013, menyingkap krisis keterlambatan produksi serta tekanan pemeliharaan armada bawah laut London.

 

Kapal selam keenam dari kelas Astute tersebut kini menuju ke HM Naval Base Clyde di Skotlandia untuk menjalani uji coba laut, pengujian persenjataan, serta pelatihan kru sebelum diperkirakan mampu memulai patroli operasional.

 

Meskipun pelayaran pertama ini menjadi titik balik penting bagi industri pertahanan Inggris, pengerjaan yang memakan waktu lebih dari sedekade menunjukkan jurang lebar antara peresmian (commissioning) dan kesiapan tempur riil. Kementerian Pertahanan Inggris awalnya memproyeksikan kapal selam ini selesai dan beroperasi pada 2022. Namun, ketidakpastian pembangunan, kerumitan integrasi sistem, dan berbagai kendala operasional memundurkan jadwal penyerahannya hingga empat tahun dari target awal.

Wali Kota Batam Minta Guru Al-Qur’an Adaptif Terhadap Teknologi Digital

 

Bahkan, setelah Raja Charles III meresmikan kapal selam ini pada 22 September 2025, HMS Agamemnon masih harus mengendap di dok Barrow selama satu tahun penuh untuk menjalani pengujian ketahanan tekanan dan pemeriksaan stabilitas.

 

Pengamat Pertahanan menyatakan: “Bagi perencana pertahanan, tanggal peluncuran atau peresmian saja dapat memberikan gambaran berlebihan tentang penambahan kekuatan armada; pengujian yang selesai dan kemampuan untuk dikerahkan adalah ukuran yang jauh lebih bermakna.”

 

Pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat Dimulai

Proses pembangunan yang berlarut-larut selama 13 tahun ini mencerminkan krisis keahlian akibat penyusutan tenaga kerja terampil pascapembangunan kelas Vanguard, kendala teknis integrasi perangkat lunak tiga dimensi, hingga gangguan rantai pasok.

 

Selain itu, galangan BAE Systems di Barrow harus membagi kapasitas produksi dan tenaga ahli antara penyiapan kapal selam serang kelas Astute dan pembangunan kapal selam rudal balistik kelas Dreadnought.

 

Dampak pada Kesiapan Armada

Guruh Soekarnoputra, Putera Bungsu Presiden Soekarno Tutup Usia di Jakarta

Durasi pengerjaan yang amat panjang ini memukul kesiapan tempur Royal Navy secara signifikan. Tujuh kapal selam kelas Astute yang dirancang untuk menggantikan kelas Trafalgar kini harus menanggung beban operasi yang berat. Dari lima kapal kelas Astute terdahulu yang sudah diresmikan, beberapa di antaranya dilaporkan kerap mengalami perbaikan mendalam, menanti akses dok di Devonport, atau tidak siap sedia untuk penugasan rutin.

 

Kondisi ini menyulitkan posisi Inggris dalam menjalankan peran strategisnya, seperti melindungi pergerakan kapal selam pencegah nuklir, mengawal kelompok kapal induk (carrier strike group), serta melacak pergerakan kapal selam asing di Atlantik Utara.

 

Berdasarkan pengalaman kapal sebelumnya, HMS Anson, dibutuhkan waktu sekitar 16 bulan setelah keluar dari galangan sebelum kapal selam benar-benar mencapai status operasional penuh. Oleh karena itu, HMS Agamemnon diperkirakan baru siap menjalankan misi patroli secara efektif pada 2027.

 

Krisis pemeliharaan dan keterlambatan produksi yang memakan waktu belasan tahun ini turut membunyikan sinyal bahaya bagi program pertahanan bersama AUKUS. Kegagalan menyeimbangkan kapasitas galangan dan ketersediaan tenaga ahli dikhawatirkan akan menular pada program pembangunan kapal selam masa depan, termasuk kelas Dreadnought dan SSN-AUKUS.

[Sumber: https://defencesecurityasia.com/en/hms-agamemnon-13-year-build-royal-navy-submarine-bottleneck]