Berita
Beranda / Berita / Pasokan Air di Kavling Sambau Mulai Mengalir Pascaaksi Pemblokiran KEK NDP

Pasokan Air di Kavling Sambau Mulai Mengalir Pascaaksi Pemblokiran KEK NDP

Suasana pemukiman warga di Kavling Bakau Serip Sambau, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, Batam. Pasokan air bersih di kawasan ini dilaporkan mulai mengalir secara bertahap pascaaksi pemblokiran jalan menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa Digital Park. (Foto: Dok. Terasbatam.id)

TERASBATAM.ID  – Pasokan air bersih ke permukiman warga di Kavling Sambau, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, mulai kembali mengalir usai aksi pemblokiran jalan akses Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa Digital Park (NDP). Kendati demikian, distribusi air dilaporkan belum merata dan belum memadai untuk memenuhi kebutuhan harian warga.

 

Tokoh Masyarakat Kavling Sambau, Juliardi Adinda, menyampaikan bahwa berdasarkan pengecekan bersama pengurus RT setempat pada Rabu (07/10/2026), aliran air baru menjangkau sebagian rumah warga.

Ratusan warga dan aparat kepolisian berkumpul di depan pintu masuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa Digital Park, Batam, Senin (5/10/2026). Aksi pemblokiran jalan dan pintu masuk kawasan ini dilakukan warga sebagai bentuk protes atas krisis air bersih yang membuat permukiman mereka mati total selama tiga bulan terakhir. (Foto: Dok. Terasbatam.id)

“Alhamdulillah air hidup, tapi tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan. Dari total 150 KK, baru sekitar 80 rumah yang dialiri air, sedangkan 60 rumah lainnya belum hidup sama sekali,” ujar Juliardi.

 

Ansar Ajak IJTI Kepri Promosi Wisata dan Pembangunan

Sebelumnya, ratusan warga menggelar aksi unjuk rasa dan memblokir total akses menuju NDP pada Senin (05/10/2026). Aksi nekat ini dipicu oleh krisis air bersih yang melanda permukiman warga hingga berbulan-bulan akibat menyusutnya debit air Waduk Nongsa dari 90 liter per detik (LPS) menjadi 25 LPS. Blokade jalan tersebut sempat memicu kekhawatiran dari pihak pengelola dan para tenant pusat data (data center) internasional di kawasan tersebut.

 

Aksi pemblokiran akhirnya dibuka setelah Badan Pengusahaan (BP Batam) menurunkan armada truk tangki air serta memasang pompa pendorong (booster pump) untuk mengalirkan pasokan air dari Waduk Duriangkang, dengan komitmen aliran pipa normal kembali paling lambat dua hari pasca-aksi.

 

Meskipun pasokan air sudah mulai mengalir secara bertahap, warga mendesak BP Batam, ABH, dan PT Moya Indonesia segera menuntaskan pemerataan aliran ke seluruh rumah. Warga menegaskan tidak menutup kemungkinan akan menggelar aksi susulan jika komitmen perbaikan infrastruktur air bersih tersebut kembali terhenti.

Atasi Krisis Air, Amsakar Opsi Pipa Bawah Laut dari Lingga