Berita
Beranda / Berita / Di Bawah Kepungan Kabut Asap, Wisata Batam dan Penang Tetap Digas

Di Bawah Kepungan Kabut Asap, Wisata Batam dan Penang Tetap Digas

Suasana konferensi pers Roadshow Pariwisata Penang di Batam Marriott Hotel Harbour Bay, Kamis (8/10/2026). Di tengah kondisi kabut asap di perbatasan, Penang Global Tourism bersama ASTINDO terus mendorong potensi pariwisata serta menyambut pembentukan rute penerbangan langsung Batam–Penang. (Foto: Terasbatam.id)

TERASBATAM.ID — Pekatnya kabut asap yang menyelimuti Kota Batam dan sekitarnya dalam sepekan terakhir belum menyurutkan geliat sektor pariwisata. Di tengah kualitas udara yang masuk kategori tidak sehat, industri pariwisata Penang, Malaysia, tetap gencar membidik pasar wisatawan asal Kepulauan Riau.

 

Penang Global Tourism (PGT) bersama Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASTINDO) menggelar Roadshow Pariwisata Penang di Batam Marriott Hotel Harbour Bay, Kamis (8/10/2026). Agenda ini dilaksanakan di tengah kekhawatiran warga dan wisatawan terkait buruknya kualitas udara di kawasan perbatasan.

 

Anggota Dewan Eksekutif Negara Bagian Penang Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wong Hon Wai, memaklumi kondisi fenomena kabut asap tahunan yang kerap melanda kawasan Asia Tenggara pada periode September hingga awal Oktober. Namun, ia optimistis kondisi udara segera membaik seiring perubahan angin monsun.

Tikam Warga 7 Kali di Golden Prawn, Pelaku Ditangkap Polsek Bengkong

 

“Perubahan cuaca dan arah angin monsun diperkirakan akan membantu memulihkan kualitas udara dalam beberapa hari ke depan. Hal ini penting untuk mendukung kelancaran momentum pembukaan rute penerbangan langsung Batam–Penang pada 18 Oktober mendatang,” ujar Wong Hon Wai.

 

Dampak kabut asap juga dirasakan langsung oleh para pelaku perjalanan di Kepri. Ketua DPD ASTINDO Kepulauan Riau, Doli Hasibuan, mengungkapkan bahwa pekatnya asap dalam sepekan terakhir menjadi perhatian serius para wisatawan asing, khususnya yang datang dari Malaysia.

 

Air Mati Lagi di Baloi, Warga Disuguhi ‘Prank’ Jadwal Pengaliran

“Asap memang agak pekat dalam seminggu ini. Banyak wisatawan Malaysia yang menanyakan kondisi udara hingga aktivitas sekolah di Batam. Untuk menjaga kenyamanan, agenda kunjungan wisatawan kami alihkan penuh ke lokasi indoor ber-AC,” ungkap Doli.

 

Kendati demikian, Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau mencatat bahwa kabut asap sejauh ini belum membawa dampak signifikan terhadap penurunan angka kunjungan wisman. Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Hasan, menyebut kinerja pariwisata sepanjang Juli hingga Agustus masih menunjukkan tren positif, meski kewaspadaan tetap harus ditingkatkan jika asap berlangsung lebih lama.

 

Di tengah ancaman polusi udara tersebut, para pelaku usaha pariwisata dari Batam dan Penang sepakat untuk terus memperkuat jejaring bisnis (B2B). Dibukanya konektivitas penerbangan langsung Batik Air Batam–Penang pertengahan Oktober ini diharapkan menjadi angin segar untuk menggairahkan kembali short escape, medical tourism, hingga wisata kuliner antarnegara.

Balap Liar di Jalan Bandara Lama Digerebek, 11 Remaja Diangkut Polisi

[Kang Ajank Nurdin]