TERASBATAM.ID – Embarkasi Haji Batam tahun 2026 akan melayani total 10.945 jemaah dari empat provinsi, yaitu Kepulauan Riau, Riau, Kalimantan Barat, dan Jambi, yang terbagi dalam 25 kelompok terbang (kloter). Namun, di tengah besarnya jumlah tersebut, Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kepri hanya memiliki 12 personel di bidang haji, jauh di bawah kebutuhan ideal sebanyak 40 orang.
Kepala Kanwil Kemenhaj Kepri, Muhammad Syafii, mengungkapkan bahwa Provinsi Riau menjadi penyumbang jemaah terbesar dengan 4.704 orang, disusul Jambi sebanyak 3.306 jemaah, serta Kepri sebanyak 1.074 jemaah atau sekitar dua setengah kloter.
“Total keseluruhan yang dilayani Embarkasi Batam mencapai 10.945 jemaah,” ujar Syafii.
Secara operasional, tiga provinsi—Kepri, Riau, dan Kalbar—menerapkan sistem masuk Asrama Haji Batam selama 24 jam sebelum keberangkatan. Sementara Provinsi Jambi menerapkan sistem embarkasi antara, yakni jemaah berangkat dari asrama di daerah asal langsung menuju Madinah.
Syafii menyoroti perubahan besar dalam penyelenggaraan haji tahun ini yang kini sepenuhnya berada di bawah Kementerian Haji dan Umrah, terpisah dari Kementerian Agama.
“Tuntutannya harus lebih baik dari sebelumnya. Tahun ini dokumen visa sudah selesai sejak Ramadan, sementara sebelumnya kerap baru rampung di Syawal,” katanya.
Selain percepatan administrasi, distribusi kartu nusuk juga mengalami perubahan signifikan. Jika sebelumnya diberikan setibanya di Arab Saudi dan sering terlambat, kini kartu tersebut sudah dibagikan di embarkasi.
“Sekarang jemaah sudah menerima kartu nusuk sebelum berangkat, ini lebih tertib,” ujarnya.

Keterbatasan SDM dan Dukungan Lintas Instansi
Meski terdapat sejumlah kemajuan, keterbatasan SDM menjadi sorotan utama. “Kondisi ini membuat kami harus bekerja dengan dukungan lintas instansi,” kata Syafii. Untuk menopang operasional, sebanyak 130 petugas dikerahkan di Embarkasi Batam, melibatkan unsur Kemenag, imigrasi, bandara, kesehatan, hingga perhubungan.
Dari sisi kuota, terjadi penyesuaian jumlah kloter. Tahun ini hanya terdapat 25 kloter, turun dari 27 kloter pada tahun sebelumnya. Penurunan ini terjadi di Kepri, Riau, dan Kalbar akibat penyeragaman masa tunggu secara nasional, sementara Jambi justru mengalami peningkatan jumlah jemaah.
Dengan beban jemaah yang besar dan SDM yang terbatas, penyelenggaraan haji di Embarkasi Batam tahun ini menjadi ujian awal bagi Kementerian Haji dan Umrah dalam memastikan layanan tetap optimal bagi lebih dari sepuluh ribu jemaah.
[kang ajank nurdin]


