Penegakan Prokes yang Main-Main

  • Bagikan

Tim gabungan yang terdiri dari berbagai instansi dalam penegakan percepatan penanganan Covid-19 di Batam sudah hampir seminggu ini melakukan patroli untuk memantau penegakan protokol kesehatan di berbagai tempat, terutama di tempat publik dan rumah makan.

Bahkan di tempat-tempat makan ternama, seperti Morning Bakery, atau di Grand Mall, mall terbesar di Batam sejumlah elite Forum Pimpinan Komunikasi Daerah (Forkopimda) tidak sungkan-sungkan turun langsung memberikan sosialisasi kepada pihak rumah makan maupun kepada masyarakat yang kedapatan tidak menegakkan protokol kesehatan.

Namun mengatur hampir 1,2 Juta penduduk untuk melakukan Prokes dengan ketat bukanlah hal yang mudah, jika rasa putus asa muncul, seperti menegakkan benang basah. Dari hal memakai masker hingga masalah kerumunan bukan perkara gampang untuk ditegakkan jika tanpa pengawasan.

Banyak rumah makan karena takut kehilangan konsumen alias pendapatan bermain kucing-kucingan dengan aparat atau tim gabungan, dari soal phisical distancing hingga masalah jam tutup operasi. keterbatasan aparat serta rendahnya kesadaran pemilik menyebabkan pelanggaran protokol kesehatan masih sering terjadi.

Bahkan, malam minggu, Sabtu (29/05/2021), pemandangan soal banyaknya kerumunan terlihat cukup padat di lapangan Engku Hamidah di Batam Centre, sedangkan di sisi seberangnya puluhan anak-anak muda dengan sepeda motornya berkerumun untuk persiapan melakukan aksi balap liar.

Pemandangan tersebut terkesan menunjukkan tim gabungan yang begitu getol dan gigih memantau rumah-rumah makan ternama atau lokasi keramaian lainnya, memble menegakkan prokes di tempat tersebut, tidak mampu mencegah anak-anak baru gede tersebut berkumpul.

seperti dibiarkan, seperti dilantakkan saja…ntahlah..

  • Bagikan