TERASBATAM.ID — Sebanyak 640 jemaah calon haji asal Kota Batam, Kepulauan Riau, resmi dilepas untuk menunaikan ibadah ke Tanah Suci, Kamis (16/4/2026). Di tengah antrean panjang yang mencapai puluhan tahun, para jemaah diingatkan untuk menjaga ketahanan fisik guna menghadapi puncak ibadah haji yang diperkirakan jatuh pada akhir Mei mendatang.
Acara pelepasan tersebut digelar bersamaan dengan manasik haji terakhir di Masjid Agung Engku Hamidah, Batam Centre. Suasana haru mewarnai pelepasan ini, mengingat sebagian besar jemaah telah menunggu kesempatan keberangkatan selama 20 hingga 25 tahun.
Wali Kota Batam Amsakar Achmad, yang juga terdaftar sebagai salah satu calon jemaah haji tahun ini, mengungkapkan bahwa perjalanan ini merupakan buah dari kesabaran panjang.
Ia mengaku telah mendaftarkan diri sejak masih bertugas di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sekitar dua dekade silam.
“Kesempatan ini sangat terbatas. Antrean bisa memakan waktu 20 sampai 25 tahun. Karena itu, manfaatkan waktu di sana dengan sebaik-baiknya untuk fokus beribadah,” ujar Amsakar dalam sambutannya.
Amsakar menekankan agar jemaah tidak mengabaikan kondisi kesehatan. Cuaca dan rangkaian ibadah yang menguras energi menuntut kesiapan fisik yang prima. Ia meminta jemaah untuk selalu kompak dan disiplin mengikuti arahan ketua rombongan demi kelancaran bersama.
Selain aspek teknis ibadah, Amsakar juga menitipkan doa bagi kemajuan dan kesejahteraan Kota Batam kepada para jemaah saat berada di tempat-tempat mustajab nantinya.
Penyelenggaraan haji tahun 2026 ini mencatat sejarah baru dalam birokrasi di Indonesia. Untuk pertama kalinya, pengelolaan ibadah haji sepenuhnya berada di bawah naungan Kementerian Haji Republik Indonesia, lembaga yang baru dibentuk untuk memisahkan fungsi pengelolaan haji dari Kementerian Agama.
Amsakar menilai transformasi ini merupakan langkah positif agar pelayanan kepada jemaah lebih spesifik dan optimal. “Dengan adanya kementerian khusus, kita harapkan pengelolaan haji menjadi lebih fokus,” tambahnya.
Kepala Kantor Kementerian Haji Kota Batam, Syahbudi, menjelaskan bahwa 640 jemaah asal Batam tersebut akan terbagi ke dalam tiga kelompok terbang (kloter), dengan rincian sebagai berikut: Kloter 1 sebanyak 223 Jemaah, Kloter 2 sebanyak 236 Jemaah, Kloter 25 sebanyak 180 Jemaah |
Syahbudi memastikan seluruh dokumen administrasi dan persiapan teknis telah rampung. Berdasarkan kalender hijriah, puncak ibadah haji atau wukuf di Arafah diperkirakan jatuh pada 26 Mei 2026.
“Kami mengimbau jemaah untuk terus memantapkan kondisi jasmani di sisa waktu yang ada. Tujuannya agar seluruh rukun dan wajib haji dapat dituntaskan dengan sempurna hingga kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur,” tutur Syahbudi.
[kang ajank nurdin]


