TERASBATAM.ID — Mayor Jenderal TNI Rionardo diproyeksikan menjabat sebagai Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) pertama Kodam XXV/Mahmud Riayat Syah di Provinsi Kepulauan Riau. Peresmian satuan baru sekaligus pelantikan jenderal bintang dua ini dijadwalkan berlangsung pada puncak Peringatan HUT ke-81 TNI di Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (5/10/2026).
Penunjukan alumni Akademi Militer (Akmil) 1994 tersebut mendapat sambutan dan ucapan selamat dari para juniornya di Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD). Salah satunya diunggah oleh akun Instagram @akmil_2022.
“Selamat atas amanah dan jabatan baru sebagai Pangdam XXV/Mahmud Riayat Syah kepada Mayjen TNI Rionardo,” tulis unggahan ucapan dari Abituren Akademi Militer 2022 (Amarta 2022) di media sosial Instagram. Mereka juga menyampaikan doa agar Mayjen Rionardo senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kelancaran dalam mengemban tugas demi kejayaan TNI AD, bangsa, dan negara.
Mayjen Rionardo merupakan perwira tinggi TNI AD berpengalaman di bidang Infanteri, khususnya Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Sebelum ditunjuk memimpin Kodam XXV/Mahmud Riayat Syah, perwira kelahiran 4 Agustus 1971 ini mengemban amanat sebagai Staf Ahli Menteri Pertahanan Bidang Sosial Kemhan RI serta pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Kemhan.
Penguatan wilayah perbatasan
Pembentukan Kodam XXV/Mahmud Riayat Syah yang membawahi wilayah Kepulauan Riau (Kepri) merupakan bagian dari langkah restrukturisasi komando teritorial TNI AD. Mengingat sekitar 98 persen wilayah Kepri terdiri dari lautan dan berbatasan langsung dengan perairan strategis Selat Malaka serta Laut Natuna Utara, kehadiran Kodam mandiri diproyeksikan dapat memperkuat pengawasan dan pertahanan di kawasan perbatasan serta pulau-pulau terluar Indonesia.
Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyatakan bahwa Kodam Kepri merupakan satu dari lima Kodam baru yang disiapkan TNI AD. Empat Kodam lainnya dibentuk di Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara, dan Papua Tengah.
Maruli menegaskan bahwa pembentukan satuan-satuan baru ini berfokus pada penguatan fungsi teritorial dan penataan organisasi TNI AD di wilayah-wilayah strategis Indonesia.


