TERASBATAM.ID — Seorang mahasiswi Kampus Batam Tourism Polytechnic (BTP) berinisial AAPF (21) ditemukan meninggal dunia di kediamannya di Perumahan Kartini I, Kelurahan Sungai Harapan, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, Rabu (23/9/2026).
Penemuan jenazah mahasiswi Jurusan Kuliner semester 7 tersebut bermula dari kekhawatiran rekan kuliahnya. Saksi mencoba menghubungi korban melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp, namun tidak mendapatkan respons.
Sekitar pukul 14.10 WIB, saksi mendatangi rumah korban untuk memastikan kondisinya. Setelah beberapa kali memanggil tanpa jawaban, saksi mengecek area rumah dan menemukan korban sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri di bagian belakang rumah.
Saksi lantas menghubungi ibu korban, yang kemudian diteruskan kepada warga sekitar dan dilaporkan ke pihak kepolisian.
Personel Polsek Sekupang bersama Tim Inafis Polresta Barelang tiba di lokasi sekitar pukul 15.40 WIB untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta identifikasi awal. Jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri untuk pemeriksaan medis lebih lanjut.
Kapolsek Sekupang Kompol Hippal Tua Sirait menyatakan bahwa pihak kepolisian masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi guna merangkai kronologi peristiwa secara utuh. Salah satu poin pendalaman berkaitan dengan tekanan akademis yang dialami korban.
Berdasarkan keterangan pihak keluarga dan rekan sejawat, korban belakangan sering mencurahkan keluh kesahnya terkait kendala penyelesaian tugas akhir atau skripsi.
“Orang tua juga memberikan keterangan bahwa korban belakangan sering curhat terkait skripsinya yang ditolak dosen,” ujar Kompol Hippal Tua Sirait, Kamis (24/9/2026).
Bahkan, kedatangan rekan korban ke rumahnya siang itu salah satunya bertujuan untuk menyampaikan informasi terbaru terkait jadwal ulang sidang skripsi korban.
Meski begitu, kepolisian menegaskan belum menarik kesimpulan terkait penyebab pasti kematian maupun keterkaitannya dengan persoalan akademik. Hasil pemeriksaan fisik awal pada jenazah belum menunjukkan adanya tanda-tanda yang mencurigakan.
“Semua informasi masih kita kumpulkan. Nanti kalau sudah lengkap akan kita sampaikan. Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terburu-buru menyimpulkan sebelum proses pemeriksaan selesai,” tegas Hippal.
Hippal juga mengingatkan pentingnya kepedulian keluarga dan lingkungan sekitar terhadap seseorang yang sedang menghadapi masalah berat atau tekanan mental agar senantiasa mendapat dukungan emosional.
Sementara itu, pihak manajemen BTP belum memberikan rincian terkait persoalan akademik yang dihadapi korban. Seorang petugas kampus menyatakan pimpinan BTP saat ini masih berada di luar kota sehingga belum dapat memberikan keterangan resmi.
[kang ajank nurdin]


