Berita
Beranda / Berita / Kedatangan Diam-Diam Dua HR PT Ghim Li Indonesia Bikin Karyawan Memanas

Kedatangan Diam-Diam Dua HR PT Ghim Li Indonesia Bikin Karyawan Memanas

Puluhan karyawan PT Ghim Li Indonesia berkumpul dan duduk di area depan gedung pabrik untuk mengawal situasi serta menunggu kejelasan nasib 1.025 pekerja, Selasa (30/9/2026). Para pekerja mempertanyakan ketidakjelasan status operasional perusahaan yang hingga kini belum mengeluarkan keputusan resmi. (Foto: Dok. Terasbatam.id)

TERASBATAM.ID – Kedatangan dua perwakilan Human Resource (HR) PT Ghim Li Indonesia secara sembunyi-sembunyi ke lingkungan pabrik memicu gejolak di kalangan pekerja, Selasa (30/9/2026). Para karyawan yang telah berkumpul sejak pagi di depan pintu utama pabrik langsung mempertanyakan iktikad dan tujuan keberadaan kedua staf tersebut.

Aksi diam-diam ini dinilai tidak biasa oleh para pekerja, terlebih di tengah situasi perusahaan yang masih digantung terkait nasib dan masa depan 1.025 karyawannya.

“Kami hanya ingin tahu, ada apa mereka datang sembunyi-sembunyi. Jangan sampai ini ada agenda lain di balik kunjungan mereka,” tegas salah satu perwakilan karyawan di lokasi.

Saat dicecar penjelasan oleh perwakilan pekerja, kedua staf HR enggan memberikan jawaban terperinci dan hanya berdalih keberadaan mereka sebatas mengurus koordinasi administrasi.

Klarifikasi Pihak HR

Demam F1 Kembali Menyapa Sepang, Malaysia Bidik Dampak Ekonomi Raksasa

Merespons tudingan tersebut, salah satu perwakilan HR PT Ghim Li Indonesia membantah adanya agenda terselubung yang merugikan pekerja. Ia berdalih kedatangannya murni untuk mengurus berkas administrasi, termasuk memenuhi permintaan data penonaktifan kepesertaan Jamsostek.

Namun, ia mengakui adanya kekeliruan prosedur karena masuk ke area pabrik tanpa berkoordinasi atau meminta izin terlebih dahulu kepada pihak yang berada di lokasi.

“Sebenarnya saya mau izin, tapi saya pikir saya masuk saja karena saya juga masih karyawan. Seharusnya saya telepon Sule atau Suwiano. Salahnya di situ,” aku staf HR tersebut.

Ia menjelaskan bahwa tugas-tugas administrasi tetap wajib diselesaikan meski aktivitas pabrik sedang terkendala. Ia mencontohkan pengurusan administrasi bagi keluarga pekerja yang meninggal dunia, yang bahkan sempat membuatnya harus datang ke pabrik pada malam hari atas koordinasi sebelumnya.

“Saya niatnya tidak ada apa-apa sama kalian. Niat saya ke sini hanya membantu apa yang ada. Bantuan ini bukan materi, tapi membantu mengurus administrasi pekerja dengan pihak terkait,” tambahnya.

Nasib 1.025 Pekerja PT Ghim Li Menggantung, Tak Dilibatkan Pertemuan Masa Depan Perusahaan

Status Penutupan Perusahaan Masih Mengambang

Dalam kesempatan itu, pihak HR juga membeberkan dinamika internal perusahaan. Berdasarkan rapat daring terakhir, beredar kabar bahwa PT Ghim Li Indonesia tidak dapat lagi beroperasi terhitung 18 Desember. Kendati demikian, hingga kini belum ada dokumen atau surat keputusan resmi terkait penutupan tersebut.

Ketiadaan berkas resmi ini diakui tim HR turut memicu kebingungan dalam memproses status hukum dan administrasi para karyawan.

“Kita juga tidak bisa menyampaikan Ghim Li tutup kalau tidak ada surat atau berkas-berkasnya. Kami dari tim HR juga bingung, ini harus mengeluarkan apa kalau tidak ada surat penutupan PT Ghim Li,” ungkapnya.

Kepastian status hukum PT Ghim Li Indonesia menjadi krusial karena menentukan dasar penghentian operasional, kelanjutan hubungan kerja, serta pemenuhan seluruh hak finansial bagi 1.025 pekerja yang kini terlunta-lunta setelah aktivitas produksi berhenti total.

Bea Cukai Batam Gagalkan Penyelundupan 11,3 Kilogram Serbuk Emas ke Singapura

[kang ajank nurdin]