Jukir Pungut Biaya Parkir Berlangganan Terancam Dipecat

TERASBATAM.ID: Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam tidak segan-segan memecat juru parkir (jukir) yang masih memungut biaya parkir dari pengguna parkir berlangganan. Hal ini ditegaskan oleh Kepala Dishub Kota Batam, Salim, pada Rabu (22/5/2024).

“Sampaikan ke kami lokasinya dimana, jukirnya siapa biar kami panggil langsung dan datangi langsung. Bila perlu ada fotonya. Bila perlu kita pecat saja,” tegas Salim.

Dishub telah menyosialisasikan program parkir berlangganan tepi jalan ini dengan memasang contoh stiker dan standing banner. Masyarakat yang sudah berlangganan dan masih dipungut biaya parkir dapat melaporkan ke Call Centre Dishub di nomor 08127772406.

“Insya Allah langsung kita tanggapi. Nomornya aktif 24 jam. Serahkan bukti yang kuat, tunjukkan lokasinya dan foto jukirnya,” kata Salim.

Program parkir berlangganan ini berlaku untuk semua parkir tepi jalan di Kota Batam. Tidak ada titik-titik khusus.

Hingga Rabu (22/5/2024), sebanyak 330 kendaraan telah menggunakan parkir berlangganan. Dishub terus menggencarkan program ini untuk meminimalisir kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sebelumnya Anggota DPRD Kota Batam, Lik Khai, merasa kesal karena masih dipungut biaya parkir meskipun sudah memiliki parkir berlangganan. Hal ini terjadi saat dirinya berada di Penuin, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Lik Khai mengaku telah menunjukkan kwitansi pembayaran parkir berlangganan senilai Rp 600 ribu untuk mobil kepada juru parkir (jukir). Namun, jukir tetap memintanya untuk membayar biaya parkir.

“Saya sudah menunjukkan kwitansi dan stiker parkir berlangganan, tapi tetap saja diminta bayar. Kata jukirnya, parkir berlangganan tidak berlaku di Penuin, Newton, dan tempat lainnya,” jelas Lik Khai, Ketua Komisi I DPRD Kota Batam.

Lik Khai mempertanyakan keefektifan program parkir berlangganan jika masih ada tempat-tempat yang tidak tercakup. Ia juga kecewa dengan kurangnya pengawasan dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam.

“Stiker parkir berlangganan sudah tertempel di kaca mobil lengkap dengan barcodenya. Stikernya berwarna hijau dan berlogo Pemko Batam dan Dishub Kota Batam. Tapi, jukir tetap tidak mengakuinya,” kata Lik Khai.

Menurutnya, Dishub hanya melakukan peluncuran program parkir berlangganan tanpa pengawasan yang memadai. Hal ini membuat jukir tidak mengetahui dan tetap memungut biaya parkir dari pengguna parkir berlangganan.

“Fakta di lapangannya Dishub tak ada pengawasan dan hanya sekedar Launching. Jukir tidak mengakui dan buat keributan,” ungkap Lik Khai.

Lik Khai berharap Dishub Kota Batam dapat segera menyelesaikan masalah ini dan memastikan program parkir berlangganan berjalan dengan efektif.

[Penulis: Rom]