TERASBATAM.ID — Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengapresiasi konsistensi Bank Indonesia dalam mendorong penguatan ekonomi daerah melalui penyelenggaraan Gebyar Melayu Pesisir (GMP) 2026. Ajang tahunan yang mengusung tema “Penguatan Warisan Melayu untuk Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan” tersebut resmi dibuka di K Square, Batam.
Sekretaris Daerah Provinsi Kepri Misni menegaskan bahwa posisi geografis Kepri yang 98 persen berupa lautan dan berada di jalur strategis Selat Malaka menjadi modal besar untuk memperkuat sektor industri, perdagangan, dan pariwisata berbasis budaya lokal.
“Pelestarian budaya harus ditempatkan bukan hanya sebagai upaya menjaga identitas, tetapi juga menciptakan nilai tambah ekonomi berbasis kekayaan intelektual dan kreativitas masyarakat,” ujar Misni saat membuka acara.
Ia menambahkan, pengembangan UMKM di Kepri perlu diarahkan pada peningkatan produktivitas, inovasi, serta digitalisasi sistem pembayaran seperti QRIS Antarnegara (cross-border) agar mampu bersaing di pasar ekspor.
GMP 2026 tidak sekadar menjadi ajang pameran produk lokal, tetapi juga dirangkaikan dengan Export Coaching Program, business matching pembiayaan, hingga pelatihan tenun untuk mendorong UMKM Kepri naik kelas.
Pembukaan GMP 2026 turut dihadiri Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti secara virtual, Kepala Perwakilan BI Kepri Rony Widijarto Purubaskoro, serta jajaran jajaran Forkopimda Kepri. (*)


