Berita
Beranda / Berita / Atasi Krisis Air, Pengelola Data Center Prioritaskan Pembangunan SWRO Rp 415 Miliar di Kabil

Atasi Krisis Air, Pengelola Data Center Prioritaskan Pembangunan SWRO Rp 415 Miliar di Kabil

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, melakukan kunjungan kerja ke Nongsa Digital Park pada Sabtu (18/1/2025). Kunjungan ini bertujuan untuk melihat langsung perkembangan dan potensi ekonomi kreatif di kawasan tersebut.

TERASBATAM.ID — Pihak pengelola kawasan industri merespons cepat instruksi Badan Pengusahaan (BP) Batam terkait kewajiban penyediaan sumber air mandiri bagi industri data center. Kawasan Industri Kabil diprioritaskan menjadi titik awal pembangunan instalasi pengolahan air laut atau Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) bernilai jutaan dolar AS.

Direktur HR Nongsa Digital Park (NDP), Nara Dewa, mengungkapkan bahwa BP Batam memanggil para pengelola kawasan pada Senin (21/9/2026) untuk menyampaikan perintah resmi pembangunan SWRO. Langkah ini sejalan dengan rencana internal kawasan yang memang berniat membangun fasilitas desalinasi guna mengantisipasi keterbatasan air baku di Pulau Batam.

“Sebagai langkah awal, kami memprioritaskan pembangunan unit SWRO pertamanya di Kawasan Industri Kabil,” ujar Nara Dewa, Jumat (25/9/2026).

Fasilitas SWRO di Kabil—yang berada di bawah naungan Citramas Group—diproyeksikan memiliki kapasitas produksi mencapai 700 liter per second (LPS). Nilai investasi proyek ini ditaksir mencapai 25 juta dolar AS (sekitar Rp415 miliar) dengan target pengerjaan kurang dari satu tahun. Pembangunan ini mendesak karena debit air waduk penampungan air permukaan di Kabil dipastikan tidak akan sanggup menopang lonjakan konsumsi operasional data center yang ada di Kawasan tersebut.

 

Mahasiswi BTP Ditemukan Meninggal di Sekupang, Polisi Dalami Curhatan Skripsi